Salah satu warga setempat, Anang Fauzi, 28, mengatakan ikan hiu tutul itu kali pertama ditemukan oleh warga yang tengah menggembala kerbau di sekitar Pantai Mbaduk. “Yang menemukan orang angon kerbau,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Saat warga itu mengembala kerbau, terang dia, mencium bau yang tidak sedap. Karena penasaran, bau itu ditelusuri dan ternyata ikan hiu yang terdampar dengan kondisi sudah mati. “Diperkirakan ikan hiru itu terdampar empat atau lima hari dan sudah mati,” ujarnya.
Dugaan itu, jelas dia, diperkuat dengan keterangan salah satu warga Slamet Sumari yang sempat melihat ikan hiu terdampar di daerah Pantai Poncomoyo yang tidak jauh dari Pantai Mbaduk. ‘Saat itu oleh Pak Slamet dibiarkan,” jelasnya.
Anang menduga ikan pemakana plankton itu, kehilangan navigasi hingga akhirnya terdampar di pantai dan mati. Berbarengan dengan itu, cuaca sering hujan dan ombak besar. Warga yang biasanya berdatangan, beberapa hari ini sepi. “Tidak ada yang camping, baru ketahuan sekarang,” ungkapnya.
Temuan ikan hiu yang terdampar ini, sudah yang kesekian kalinya terjadi. Sebelumnya, ikan Paus Sperma terdampar dan mati di perairan Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro pada Senin (1/8). Selanjutnya, ikan hiu tutul yang terdampar di Pantai Ngagelan, daerah Taman Nasional Alas Purwo (TN AP), wilayah Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo pada Sabtu (6/8) lalu. “Setahu saya, di sini baru pertama kali ada ikan hiu yang terdampar,” kata Anang.(sas/abi) Editor : Gerda Sukarno Prayudha