Salah satu petani jambu Kristal, Mujani, 71, mengatakan harga jambu kristal anjlok sejak sebulan lalu. Hasil panenannya, biasanya dikirim ke Semarang dan Jakarta. “Di sana (Jakarta dan Semarang) sedang banyak stok kiriman dari daerah lain,” katanya.
Stok jambu kristal yang menumpuk itu, terang Mujani, membuat harga jual jambu anjlok dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 4.000 per kilogram.”Kalau buah lain seperti buah naga dan jeruk di daerah lain sedang panen, itu juga berdampak pada harga jual jambu kristal,” ungkapnya.
Harga jambu kristal Rp 4.000 per kilogram, jelas dia, sebenarnya masih untung. Hanya saja, hasil panen harus banyak. “Kalau cuma panen satu kuintal ya rugi di tenaga tenaga. Setidaknya panen empat kuintal untuk untung,” ujarnya.
Harga buah jambu Kristal yang anjlok itu, diperparah dengan sulitnya mendapatkan pupuk. Padahal, tanaman jambu kristal itu bila tidak dipupuk akan berdampak pada buah yang dihasilkan. “Kalau tidak dipupuk produktivitasnya turun, padahal pupuk susah,” terangnya.
Petani lainnya Nur Kholis, 55, mengaku untuk membeli pupuk di kios, petani diminta membawa beberapa persyaratan, dan itu dianggap menyusahkan. “Harus bawa KK dan KTP, dan kebunnya harus difoto untuk bukti,” katanya.
Kholis berharap pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan warga, terutama para petani. Untuk membeli pupuk, bisa dnegan cara yang mudah. “Persyaratannya jangan rumit-rumit, meski mahal kalau tidak susah dapatnya tidak keberatan, kok,” cetusnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi