Untuk mencegah penyebaran PMK, petugas masih terus melakukan sosialisasi dan penyuntikan vaksin pada hewan ternak di kandang milik warga. “Angka kematian sapi akibat PMK rendah, kok,” cetus Petugas Puskeswan Kecamatan Gambiran, Dodik Yulianto.
Menurut Dodik, dari sekitar 2.000 ekor ternak di wilayahnya, sekitar 750 ekor sapi terkonfirmasi PMK. Dari 750 ekor sapi yang positif itu, 13 ekor terpaksa dipotong paksa dan lima ekor mati. “Sapi ini dibarengi penyakit lain, sisanya sudah sehat,” ungkapnya.
Untuk capaian vaksinasi di wilayah Kecamatan Gambiran, terang dia, sampai detik ini telah menginjak angka 800 ekor dari 2.000 populasi sapi. Vaksinasi akan terus dilakukan dengan harapan semua sapi bisa tervaksin. “Semaksimal mungkin, semoga bisa sampai 100 persen,” cetusnya.
Petugas Puskeswan Kecamatan Bangorejo, drh Artha Guntur menyampaikan sampai saat ini masih fokus vaksinasi. Menurutnya, selama sebulan ini di wilayahnya hampir tidak ada penambahan kasus baru, itu sejak hewan ternak mulai di Vaksin. “Alhamdulillah, untuk jumlah kasus nol,” katanya. jelas Guntur.
Menurut dr Artha Guntur, di wilayah Kecamatan Bangorejo hewan ternak yang terkonfirmasi PMK sedikit. Dari catatannya, hanya ada 75 ekor sapi yang positif terpapar. Dari jumlah itu, 29 ekor sapi sudah sembuh, dan yang lainnya masih dalam proses penyembuhan. “Alhamdulillah, sapi yang mati tidak ada,” ungkapnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi