Istri Misidi, 55, itu menyampaikan saat terkena percikan api dari regulator kompor gas, api sempat menempel di kaki kirinya, dan baru mati setelah diguyur air. Karena luka itu, ia langsung dibawa ke klinik untuk perawatan. “Sudah disuntik dan dapat obat, alhamdulilah sudah enak,” katanya.
Julaiha mengaku kaki kirinya masih bengkak dan sulit digunakan berjalan. Saat ini, yang bisa dilakukan hanya duduk di ruang tamu rumahnya yang atapnya rawan ambruk. “Untung atap di ruang tamu masih sisa sedikit, nanti bisa dipakai tidur,” ujarnya.
Kepada Jawa Pos Radar Genteng, Julaiha mengaku panik saat melihat api muncul dari sela-sela tabung gas dengan selang regulator. Kepanikannya bertambah saat percikan api itu membakar kakinya. “Saya lari karena panas, padahal dekat kompor ada keran air, tapi tidak kepikiran,” tandasnya.
Julai semakin panic saat akan lari keluar rumah untuk memadamkan api di sungai belakang rumahnya, ternyata pintunya tidak bisa dibuka karena terkunci. “Saya lari ke depan,” cetusnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi