Korban yang saat itu naik sepeda pancal, mengalami luka serius di kepala bagian belakang. Kakek yang dibawa ke RSUD Genteng menderita cidera otak berat dan masih kritis. “Kondisi korban masih kritis,” ucap Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardana, Jumat (15/7).
Kecelakaan ini mulanya tidak dilaporkan ke polisi. Tapi karena luka korban serius, keluarganya melaporkan ke Polsek Genteng. Endang yang kaki kanannya terkilir, juga sempat pulang ke Jember. “Awalnya tidak laporan, karena luka yang dialami Sentanuli parah, keluarganya laporan,” ungkapnya.
Menurut Kanitlantas, kecelakaan yang terjadi di jalan raya Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, bermula saat Sentanuli yang naik sepeda pancal melaju dari arah timur. “Kakek itu akan belok ke kanan, akan pulang ke rumahnya di di belakang Gereja Efreta situ,” jelasnya.
Tapi apes, saat belok ke arah kanan, dari arah yang sama muncul Endang Setiowati yang mengendarai motor Honda Vario dengan nomor polisi DK 2098 FAS. “Karena jaraknya terlalu dekat, korban langsung diseruduk dari belakang, kedua korban terpental dan terluka semua,” tuturnya.
Endang yang kakinya terkilir, oleh keluarganya dibawa pulang ke Jember. Saat itu, korban dan pemotor menyelesaikan secara kekeluargaan dengan tidak lapor ke polisi. “Karena korban kritis, keluarganya lapor,” cetusnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi