Vaksinasi untuk hewan ternak ini, sengaja diperuntukkan ke pelosok desa. Dari 100 ekor hewan ternak yang divaksin itu, berada di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, dan di Dusun Awu-awu dan Dusun Karangharjo di Desa Temuasri. “Sengaja kita vaksin di pedesaan, agar yang kesulitan mencari dokter hewan bisa terpenuhi,” cetus penanggung jawab Puskeswan Genteng, drh. Wiryeni.
Menurut drh. Wiryeni, fungsi vaksin untuk hewan ternak ini, tidak beda dengan vaksinasi yang diberikan pada manusia karena serangan Covid-19. “Ini untuk menguatkan daya tahan tubuh,” ucapnya.
Meski fungsinya sama, terang dia, tapi jenis vaksin yang diberikan antara manusia dan hewan karena ada PMK ini jelas berbeda. “Kami pakai vaksin Aftopor yang diimpor dari Swiss,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Vaksin hewan ternak di wilayah Kecamatan Sempu, jelas dia, sudah dilakukan dua kali. Sebelumnya, sekitar 100 ekor sapi mendapat vaksinasi pada Sabtu (25/6) lalu. “Bulan lalu sudah, sekarang Sempu dapat jatah lagi,” ucapnya.
Dalam vaksinasi ini, drh. Wiryeni mengatakan hanya memberikan suntikan kepada sapi yang sudah berusia lebih dari dua minggu. Selain itu, sapi yang sudah laku dan akan dijadikan hewan kurban, tidak akan mendapat jatah vaksinasi. “Yang besok (Idul Adha) disembelih ya tidak (divaksin),” ungkapnya.
Sapi yang sudah mendapat vaksin dosis pertama, jelas dia, selanjutnya akan mendapat vaksin dosis kedua yang waktunya minimal lima minggu setelah dosis pertama diberikan. “Sasaran utama sapi perah, tapi karena di sini jarang, vaksinnya kita berikan ke sapi potong,” tuturnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi