Pasar murah migor yang dimulai pukul 09.00 itu, setiap warga yang ingin membeli hanya dibatasi maksimal lima liter. Setiap warga, harus menyetorkan kartu identitas atau kartu tanda penduduk (KTP). “Migor murah ini diutamakan warga Desa Setail,” jelas ketua Fatayat NU Genteng, Umi Kulsum.
Untuk mendapatkan migor murah ini, warga harus rela antre. Di antara mereka, ada yang sudah datang sejak pukul 07.00 karena takut tidak kebagian. “Alhamdulillah, acara berjalan lancar meski harus antre,” katanya.
Menurut Umi, dalam operasi pasar migor ini disediakan 10 ribu liter migor. Warga yang mendapat jatah, diutamakan kurang mampu. Sebab, kegiatan ini untuk membantu dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan migor. “Ini sudah lama harga migor mahal, semoga ini bisa meringankan beban masyarakat,” cetusnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi