Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Derita Stroke, Kakek 88 Tahun Dibawa ke Yayasan Sosial

Agus Baihaqi • Minggu, 5 Juni 2022 | 19:39 WIB
JENGUK: Pemerintah Kecamatan Tegaldlimo saat menjenguk Waras sebelum di bawa ke KNDJH di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Kamis (2/6) sore. (Mujiono for Radar Genteng)
JENGUK: Pemerintah Kecamatan Tegaldlimo saat menjenguk Waras sebelum di bawa ke KNDJH di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Kamis (2/6) sore. (Mujiono for Radar Genteng)
TEGALDLIMO, Radar Genteng – Kondisi Waras, 88, yang tinggal di Dusun Tegalsari Kidul, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, sangat mengenaskan. Kakek yang hampir berumur seabad itu hidup sebatang kara dan sakit stroke. Istrinya, Siti Rokayah meninggal beberapa tahun lalu.

Selama ini, hidupnya dibantu oleh tetangganya dan mendapat bantuan dari rantang kasih serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). “Beliau tidak punya keluarga setelah istrinya meninggal,” kata Camat Tegaldlimo, Mujiono kepada Jawa Pos Radar Genteng, Jumat (3/6).

Kondisi kesehatan kakek ini, terang Camat, setiap hari terus menurun. Apalagi, kini menderita stroke. Untungnya, warga sekitar baik dengan merawatnya. “Rumah yang ditempati itu bekas rumah eksodan,” cetusnya seraya menyebut Puskesmas Tegaldlimo ikut memantau kondisi kesehatannya.

Meski telah dibantu tetangga, warga menilai kakek ini tetap tidak mendapat perawatan yang layak. Sebab, tidak memiliki keluarga yang selalu menemani. “Kami berinisiatif membawa beliau (Waras) ke yayasan sosial,” ucap Mujiono.

Rencana itu terlaksana. Pada Kamis malamj (2/6), Kakek Waras dibawa ke Yayasan Sosial Kisah Nyata dan Jeritan Hati (KNDJH) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. “Awalnya gak mau dibantu ke yayasan sosial, setelah dibujuk akhirnya mau juga,” cetusnya.

Menurut Camat Mujiono, kakek ini tidak sekali ini diusulkan untuk dibawa ke panti jompo. Pada 2021, pernah dibujuk untuk tinggal di tempat yang khusus bagi orang-orang sepertinya. “Waktu itu menolak, dirayu malah marah, Alhamdulillah sekarang mau,” pungkasnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#hidup sendiri #kakek sebatangkara #perjuangan hidup #kisah hidup #sakit stroke