Selama ini, hidupnya dibantu oleh tetangganya dan mendapat bantuan dari rantang kasih serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). “Beliau tidak punya keluarga setelah istrinya meninggal,” kata Camat Tegaldlimo, Mujiono kepada Jawa Pos Radar Genteng, Jumat (3/6).
Kondisi kesehatan kakek ini, terang Camat, setiap hari terus menurun. Apalagi, kini menderita stroke. Untungnya, warga sekitar baik dengan merawatnya. “Rumah yang ditempati itu bekas rumah eksodan,” cetusnya seraya menyebut Puskesmas Tegaldlimo ikut memantau kondisi kesehatannya.
Meski telah dibantu tetangga, warga menilai kakek ini tetap tidak mendapat perawatan yang layak. Sebab, tidak memiliki keluarga yang selalu menemani. “Kami berinisiatif membawa beliau (Waras) ke yayasan sosial,” ucap Mujiono.
Rencana itu terlaksana. Pada Kamis malamj (2/6), Kakek Waras dibawa ke Yayasan Sosial Kisah Nyata dan Jeritan Hati (KNDJH) di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. “Awalnya gak mau dibantu ke yayasan sosial, setelah dibujuk akhirnya mau juga,” cetusnya.
Menurut Camat Mujiono, kakek ini tidak sekali ini diusulkan untuk dibawa ke panti jompo. Pada 2021, pernah dibujuk untuk tinggal di tempat yang khusus bagi orang-orang sepertinya. “Waktu itu menolak, dirayu malah marah, Alhamdulillah sekarang mau,” pungkasnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi