Saat awal penyebaran PMK terdeteksi di Jawa Timur, sapi yang masuk di Pasar Hewan Glenmore masih lumayan banyak, tapi kini terus menurun. “Setiap Hari Raya Idul Adha akan datang, biasanya sapi yang masuk ke pasar hewan sangat banyak,” cetus Koordinator Pasar Hewan Glenmore, Selamet Budiono.
Saat pasaran, terang dia, sapi yang masuk ke pasar berkisar 200 ekor lebih. Itu belum ditambah sapi yang dibawa penjual dari luar Banyuwangi. Tapi saat ini, sapi yang masuk ke pasar hanya sekitar 100 ekor saja. “Penurunannya sekitar 50 persen,” terangnya.
Dari catatannya, jelas dia, sejak pagi sampai pasar tutup, sapi yang masuk ke pasar hanya ada 110 ekor dengan 70 penjual, ditambah 86 ekor kambing. “Sebelum ada PMK, sapi yang masuk ke pasar cukup tinggi, terutama mendekati Lebaran kurban,” jelasnya.
Salah satu penjual sapi, M. Hariri, 54, asal Dusun Rampan, Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh mengaku sejak kecil ikut ayahnya jual sapi. Dari pengalamannya, dia berani menyebut kalau saat di di pasar hewan Glenmore sedang sepi. Tiga ekor sapi yang dibawa, tidak ada yang laku. “Penjual dan pembeli sedikit,” sebutnya.
Hariri menyebut berkurangnya jumlah pembeli itu, karena khawatir hewan, baik kambing atau sapi yang dijual terkena PMK. Dan itu, juga ditakutkan. “Saya khawatir juga, karena ini penghasilan saya,” dalihnya.
Mengenai PMK, Hariri mengaku masih belum mengenal secara mendalam. Yang dikenal penyakit yang menyerang sapi, itu hanya penyakit gatel. “Saya hanya mengikuti imbauan dari mantri hewan di desa, selalu membersihkan kandang,” katanya. (mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi