Susanti yang mengaku kehabisan ongkos untuk pulang itu, awalnya datang ke Banyuwangi untuk mencari ayah kandungnya yang tinggal di Dusun Wonoasih, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore. “Susanti dengan bapaknya itu sudah putus kontak bertahun-tahun, ingin menemui bapaknya untuk menjadi wali nikahnya,” kata Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji.
Lantaran sudah lama tidak berkomunikasi, Susanti yang datang sendirian pada Jumat (13/5) itu tidak mengetahui jika ayah kandungnya sudah lama meninggal. “Datang ke sini (Banyuwangi) bawa uang Rp 600 ribu hasil menjual handphone-nya (HP). Putar-putar cari bapaknya hingga uang yang dibawa habis, ternyata bapaknya sudah meninggal,” terangnya.
Ironisnya, setelah keliling untuk mencari bapaknya itu, uang sakunya nyaris habis dan tidak cukup untuk beli tiket bus pulang ke Ngawi. Sedang keluarganya yang di Banyuwangi, tidak ada yang peduli. “Jalan kaki ked an istirahat di musala polsek,” cetusnya.
Keberadaan Susanti ini, diketahui oleh salah satu anggota polsek. Perempuan muda itu, kemudian mengisahkan perjalanannya pada anggota polisi itu. “Tim TRC membantu melacak keluarga perempuan itu di Ngawi, dan bisa berkomunikasi,” jelasnya.
Selanjutnya, masih kata dia, Susanti diberi uang saku untuk beli tiket bus dan akomodasi lainnya selama perjalanan pulang ke Ngawi. “Kami pastikan yang bersangkutan bisa pulang sampai rumah,” pungkasnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi