GENTENG – Lebaran menjadi berkah bagi pelaku usaha selep daging untuk dijadikan pentol bakso. Salah satunya, Hendra Gunawan asal Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Selama mendekati Hari raya Idul Fitri ini, pria 42 tahun itu melayani sekitar 400 pelanggan dengan total selepan mencapai lima kuintal, Kamis (28/4).
Ditemui di tengah kesibukannya melayani pelanggan yang sedang antre menyelep daging, Gunawan mengaku menjelang Lebaran ini pengguna jasa selepannya meningkat hingga tiga kali lipat dari hari biasa. “Ini sedang ramai-ramainya orang nyelep daging,” ucapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Peningkatan tersebut, terang Gunawan, karena ada kebiasaan warga untuk menyiapkan menu bakso saat Hari Raya Idul Fitri. “Kalau di hari biasa cuma melayani pedagang bakso saja, mungkin ya hanya sekitar satu kuintal lebih sehari. Kalau sekarang banyak warga yang akan membuat bakso,” tuturnya.
Melonjaknya jumlah selepan di tempatnya itu, mulai terjadi sejak Lebaran kurang dua minggu. Di sekitar pasar, ada beberapa selepan daging. “Normal itu H-10 Lebaran baru ramai,” ungkap pria yang sehari-hari melayani selepan di Pasar Genteng 2, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.
Berbeda dengan beberapa selepan lain, Gunawan mengaku di tempatnya warga cukup datang dengan membawa daging mentah saja. Selanjutnya, karyawannya akan membantu meracikkan bumbu hingga daging milik warga itu menjadi pentol bakso. “Warga tinggal milih, mau yang kualitas biasa, super, atau enak.Semua tergantung campuran tepung dan bumbu yang akan dimasukkan,” jelasnya.
Dengan ramainya warga yang datang untuk menyelep daging, Gunawan menyebut tujuh karyawannya hanya bisa istirahat ketika duhur saja. Selanjutnya, sampai pukul 16.00 akan terus melayani pelanggan. “Tapi tidak seperti (selepan) lainnya yang buka sampai malam. Di sini sore sudah saya tutup, biar besoknya fit lagi,” dalihnya.
Salah satu warga yang antre menyelep daging, Yulia, 29, mengaku sudah mengantre sejak pukul 07.00. Tapi hingga pukul 09.00, dagingnya masih belum bisa diselep. “Saya nunggu dua jam belum dapat giliran, yang nyelep daging banyak sekali,” terang perempuan asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.(sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin