GENTENG - Berwisata di Banyuwangi seolah tak ada habisnya. Tak melulu menjelajah hutan atau pantai, jembatan juga menjadi salah satu jujugan wisata di Banyuwangi. Salah satunya jembatan gantung di atas Dam Setail, Kecamatan Genteng.
Warga Kecamatan Genteng biasa menyebut tempat ini dengan nama Sasak Gantung. Artinya sama saja, yakni Jembatan Gantung. Muda-mudi sering menjuluki jembatan ini dengan kreteg gantung atau jembatan gantung. Lokasinya tak jauh dari pusat kota Kecamatan Genteng. ”Jika bulan Ramadan banyak muda-mudi yang ngabuburit di jembatan ini,” ujar Wawan, seorang warga Desa Setail, Kecamatan Genteng.
Apalagi, kata Wawan, tak jauh dari jembatan itu juga banyak terdapat warung yang menyediakan makanan dan minuman. Tak heran, jika jembatan gantung ini menjadi tempat kongko favorit para remaja untuk ngabuburit. ”Setiap hari di luar bulan Ramadan memang sudah ramai dikunjungi, saat Ramadan tambah ramai,” katanya.
Jembatan gantung yang dibuat pada era kolonial Belanda yakni tahun 1926 ini menghubungkan Dusun Maron, Desa Genteng Kulon dengan Dusun Jalen, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Meski berumur puluhan tahun, kondisi jembatan ini masih terjaga dengan baik.
Jembatan gantung ini bukan jalan umum yang bisa dilewati kendaraan. Namun pada masanya, jembatan ini berperan penting untuk menunjang mobilitas masyarakat setempat. Jembatan yang tadinya hanya sebagai fasilitas umum, kini bertambah fungsi menjadi tempat wisata bagi warga sekitar.
Wawan menambahkan, karena usia jembatan yang sudah tua, banyak perbaikan yang telah dilakukan. ”Dulu masih ada kayunya (bangunan jembatan), tapi sekarang direnovasi jadi bangunan paten. Jadi lumayan tambah kuat,” tandasnya.
Editor : Ali Sodiqin