Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Plengkung; Klasik dan Populer di Kalangan Muda

Ali Sodiqin • Senin, 18 April 2022 | 16:35 WIB
jembatan-plengkung-klasik-dan-populer-di-kalangan-muda
jembatan-plengkung-klasik-dan-populer-di-kalangan-muda


GLENMORE - Kawasan PT Perkebunan Nusantara XII Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, punya jembatan Plengkung yang unik dan klasik. Tempat ini pun jadi jujugan anak-anak muda untuk sekadar berswafoto.



Jembatan Plengkung makin populer di kalangan anak muda karena unik dan terkesan kuno. Jembatan yang terletak di tepi jalan raya dekat kawasan PT Industri Gula Glenmore (IGG) ini sedang digandrungi sebagai salah satu spot foto. Bahkan, tak sedikit orang yang menjadikan jembatan ini sebagai tempat prewedding.



Bedanya dengan Jembatan Kudung, Jembatan Plengkung ini konstruksinya sudah menggunakan besi secara keseluruhan. Hanya saja, bagian lantai jembatan masih menggunakan kayu. ”Kalau kayunya rusak kami ganti karena jembatan ini masih digunakan oleh warga,” ungkap Manajer Kebun Kendenglembu Benny Hendricrianto.



Meski konstruksi jembatan dari bahan besi, jembatan ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua saja. Berbeda yang Jembatan Kudung, meski konstruksinya kayu masih bisa dilintasi kendaraan roda empat atau mobil pribadi.



Jembatan Plengkung memang tidak terlalu jauh dari pabrik gula Glenmore. Tempat ini sangat mudah dijangkau oleh kendaraan karena terletak di pinggir jalan. ”Biasanya untuk gowes memang asyik berhenti sejenak di atas jembatan sembari melihat suasana hamparan kebun dengan udara yang masih sejuk,” kata Benny.



Jembatan dengan panjang 26 meter dan lebar 2,5 meter ini terlihat unik karena struktur rangka baja yang dibuat melengkung di bagian tengah. Rangka jembatan melengkung ini merupakan salah satu cara untuk membuat struktur jembatan yang kuat. Jembatan dibuat melengkung agar bisa menghilangkan gaya dari beban di sepanjang kurva dan secara signifikan mengurangi efek gaya tekan jembatan ke arah bawah.



Meski tidak ada tahun pembuatan pada jembatan ini, jika dilihat dari konstruksinya, Jembatan Plengkung ini tampaknya dibuat pada zaman Belanda. ”Karena jembatan yang sudah tua, maka perlu sama-sama untuk dijaga agar kondisi jembatan tetap awet. Selain untuk mobilisasi perlintasan warga, juga untuk spot foto,” tandas Benny.



Editor : Ali Sodiqin
#ptpn