Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sumberjambe Kembali Diterjang Banjir

Rahman Bayu Saksono • Sabtu, 26 Maret 2022 | 14:22 WIB
sumberjambe-kembali-diterjang-banjir
sumberjambe-kembali-diterjang-banjir

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng – Banjir bandang kembali menerjang perkampungan Afdeling Sumbergandeng, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, kemarin malam (24/3). Banjir itu akibat air Sungai Karangtambak meluap setelah di kampung itu dihajar hujan deras selama satu jam lebih.


Gara-gara banjir itu, para siswa di SDN 2 Kandangan, Kecamatan Pesanggaran belum bisa masuk sekolah. Mereka oleh gurunya diliburkan sejak Selasa (24/3), atau saat banjir yang pertama pada awal pekan lalu. Kemarin (25/3), para siswa akan masuk, tapi karena ada banjir susulan, sekolah kembali diliburkan.


Banjir yang terjadi pada Kamis malam (24/3) ini, kali kedua selama sepekan terakhir. Pada Senin sore (21/3), warga di Dusun Sumberjambe dan Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran dihantam banjir setelah tanggul di Sungai Karangtambak jembol. “Sungainya mengalir deras,” cetus Sumiati, 57, salah satu warga Afdeling Sumbergandeng, Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan.  


Menurut Sumiati, di kampungnya itu mulai turun hujan sekitar pukul 20.30. Dan itu, membuat sungai kecil di sekitar perumahan warga mulai besar dengan arus yang sangat deras. Mulai pukul 21.30, air dari sungai itu mulai naik ke perkampungan. “Sungainya mengalir deras,” terangnya.


Air sungai yang mulai naik ke perkampungan, membuat warga siaga. Mereka tidak ada yang tidur dan mengantisipiasi bila banjir lagi. Dugaan warga benar, sekitar pukul 24.00 hujan semakin deras dan aliran sungai terus bertambah tinggi. “Pukul 02.00 kembali banjir, air setinggi perut orang dewasa. “Untungya kita sudah ada antisipasi,” cetusnya.


Banjir dengan air masuk ke perumahan warga, jelas dia, berlangsung hingga pagi. Dan air kembali surut sekitar pukul 08.00. “Banjir karena tanggul yang dibangun lagi belum tinggi, sehingga air di Sungai Karangtambak kembali meluap dan masuk ke perumahan warga,” ungkapnya.


Meski warga sudah mengantisipasi aka nada banjir susulan, jelas dia, tapi akibat air sungai yang meluap itu membuat warga mengalami kerugian. “Perabotan di rumah basah da nada yang rusak, dalam rumah juga kotor penuh dengan lumpur yang dibawa air,” cetusnya.


Untuk siswa di SDN 2 Kandangan, hingga kemarin (25/3) belum bisa masuk sekolah. Sebenarnya, sekolah itu pada Kamis (24/3) sudah dibersihkan dan para siswa mulai masuk pada Jumat (25/3). “Ruang kelas penuh lumpur, tidak mungkin dibuat belajar,” terang Keplas Sekolah SDN 2 Kandangan, Eko Ariantono.


Bila pada Kamis malam (24/3) tidak banjir, terang dia, para siswa mulai Jumat (25/3) sudah mulai masuk sekolah. Gara-gara banjir dan air masuk ke ruang sekolah lagi, terpaksa para siswa diliburkan. “Hari ini (kemarin) harusnya sudah masuk,” jelasnya.


Untuk kegiatan belajar mengajar siswa, masih kata Eko, rencananya akan mulai dilakukan lagi pada Senin (28/3) atau sampai kondisi benar-benar aman. Saat ini, ruangan kelas masih sebagian yang dibersihkan. “Para guru dan warga masih sibuk membersihkan rumahnya sendiri, kalau banjir yang pertama ada BPBD dan Tagana yang membantu bisa cepat, sekarang tidak ada,” cetusnya.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#pesanggaran #banyuwangi