BANGOREJO - Bentrok dua perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pagar Nusa (PN) di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, sempat membuat daerah di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mencekam. Malahan, jalan menuju ke daerah itu sempat dijaga ketat oleh anggota kepolisian dan TNI.
Itu karena anggota PSHT yang baru dari Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, mengadakan konvoi ke Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Dari Bangorejo bergerak ke Pesanggaran,” cetus Kapolsek Pesanggaran, AKP Subandi, Rabu (9/3/2022).
Kapolsek mengaku saat rombongan itu bergerak menuju ada di belakang dengan naik motor. Saat rombongan konvoi yang jumlahnya ratusan orang itu menuju ke wilayah Kecamatan Pesanggaran, langsung menghubungi anggotanya. “Saya menduga akan ke Pesanggaran, ternyata benar. Mereka ke menuju ke padepoklan Pagar Nusa di Pancer,” katanya.
Saat berkumpul di sekitar padepokan PN, Kapolsek mengaku menemui tokoh PSHT dan mengajak untuk diselesaikan di polsek. Bujukan ini berhasil, rombongan menuju ke Polsek Pesanggaran. “Saat rombongan PSHT ke polsek, padepokan Pagar Nusa terbakar, pelakunya tidak tahu, ada orang lain atau anggota PSHT yang tidak ikut bergerak polsek lalu membakar padepokan itu,” cetusnya.
Menurut Kapolsek, sebenarnya diantara anggota PSHT itu juga ada yang bagian dari PN. Malahan, juga ikut membangun padepokan PN yang terbakar itu. “Anak-anak PSHT ada yang ikut membangun padepokan PN itu,” jelasnya.
Selain padepokan PN yang terbakar, jelas dia, juga ada rumah warga yang rusak. Rumah itu milik Muhammad Abdullah, anggota PN yang tinggal di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, yang mengalami kerusakan pagar belakang rumah jebol, perabotan rumah tangga hancur, pintu dapur belakang hancur, dan jendela rumah pecah. Selain itu, rumah anggota PN lain yang juga rusak milik Arnowo di Dusun Pancer, Desa Sumberagung. “Rumahnya Arnowo asbesnya jebol,” ungkapnya.
Untuk meredam kasus ini, Kapolsek mengaku telah mempertemukan tokoh kedua perguruan pencak silat itu, kemarin (9/3). Dalam pertemuan itu, mereka sepakat damai dan mengakhiri kesalahpahaman yang ada. “Masalahnya sudah selesai, kedua tokoh perguruan silat sudah bertemu di polsek,” cetusnya. (abi)
Editor : Ali Sodiqin