Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dua Anggota Perguruan Silat Bentrok

Ali Sodiqin • Jumat, 11 Maret 2022 | 12:00 WIB
dua-anggota-perguruan-silat-bentrok
dua-anggota-perguruan-silat-bentrok


BANGOREJO – Dua perguruan pencak silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendatangi rumah dengan Pagar Nusa (PN) sempat bentrok di Dusun Sukomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi pada Selasa sore (8/3/2022).



Salah satu anggota PSHT Wagirin, 40, asal Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, mengalami luka di bagian kepala akibat senjata tajam (sajam). Sedang rumah pelatih PN Ranting Sukorejo, Khozin, 42, rusak karena dilempari bebatuan.



Belum diketahui pasti penyebab bentrokan dua perguruan soilat itu. Dari informasi yang berhasil dikumpulkan koran ini, pemicu bentrokan ini bermula beredarnya video di media sosial yang dianggap menghina pendiri PN, KH Maksum. “Awalnya ada video di media sosial yang menyinggung kami,” cetus Khozin kepada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (9/3/2022).



Dari keterangan anggota PN, jelas dia, video itu dibuat oleh anggota PSHT. Pada Sabtu malam (5/3), video itu dibahas dan akan minta klarifikasi. Pada Minggu (6/3), diadakan pertemuan di Pondok Pesantren Al Islam, Desa/Kecamatan Pesanggaran. “Kami bertemu dengan mediasi pondok pesantren Al Islam,” terangnya.



Di tengah pertemuan itu, jelas dia, ada sejumlah anggota PN bertemu anggota PSHT di pinggir jalan Dusun Sumbermulyo, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Mereka itu, ternyata bertarung satu lawan satu. “Mereka membuat kesepakatan, kalau ada yang kalah tidak akan dibawa ke ranah hukum,” cetusnya.



Usai pertarungan itu, jelas dia, kembali muncul video di media sosial yang isinya menyinggung PSHT karena dianggap menjelekkan. “Ada yang mengejek PSHT di video, kami juga tidak tahu siapa, soalnya yang ngomong tidak ikut terekam,” ucapnya.



Ejekan di video itu, jelas dia, yang membuat situasi menjadi panas. Hingga akhirnya, pada Selasa sore (8/3/2022) puluhan anggota PSH datang ke rumahnya. “Saat itu kami hanya ada enam orang, sedang mereka ada kalau 100-an orang,” ucap Khozin.



Ratusan orang yang datang ke rumahnya itu, jelas dia, melakukan penyerangan dengan melempar batu. Dan itu, membuat rumah dan musala di dekat rumahnya rusak karena banyak genting yang pecah. “Aksi itu bisa diredam setelah polisi datang,” katanya.



Versi lain menyebut, setelah ada unggahan video di media sosial yang menjelek-jelekkan PSHT, sejumlah anggota PSHT mencari anggota PN dan menemukan tiga orang yang mengaku ikut mengeroyok anggota PSHT hingga ada duel satu lawan satu. “Intinya PSHT membantu permasalahan ini cepat selesai, dititipkan di polsek agar tidak salah paham,” cetus sumber di PSHT.



Menurut sumber itu, PSHT ingin menyelesaikan masalah ini dengan mendatangi rumah Khozin, tapi disambut sajam. Untuk menghindari bentrok, anggota PSHT mundur dan berkumpul di tugu PSHT Desa/Kecamatan Siliragung. “Ada anggota PN lewat, teman-teman (anggota PSHT) meneriaki, anggota PN terjepit dan mengayunkan sajam, dan ini melukai Wagirin. “Wagirin terluka dan dibawa ke rumah sakit Pesanggaran,” ungkapnya.



Dalam bentrokan itu, empat motor yang diduga milik anggota PSHT rusak dan diamankan di Polsek Bangorejo. Keempat motor Kawasaki KLX, Honda Beat, Yamaha Jupiter MX, dan motor Honda Scoopy. (sas/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#pagar nusa #pencak silat