Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tunggu Panggilan Kerja, Pilih Jualan Es Degan

Ali Sodiqin • Selasa, 8 Maret 2022 | 00:30 WIB
tunggu-panggilan-kerja-pilih-jualan-es-degan
tunggu-panggilan-kerja-pilih-jualan-es-degan


GENTENG – Memiliki gelar sarjana, bukan alasan bagi Rifki Mais, 23, warga Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, gengsi jualan es degan. Selama bisa menghasilkan uang dan caranya tidak dilarang, baginya tidak masalah.



Rifki alumni Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam, Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Genteng dan lulus pada 2021. Sebelum jualan es kelapa muda, beberapa kali mengajukan lowongan pekerjaan, tapi belum mendapat panggilan. “Saya sudah daftar ke ke beberapa pabrik, dan belum ada panggilan,” kata Rifki Mais.



Karena tidak kunjung ada panggilan itu, Rifki mengaku memilih jualan es degan. Dia mulai dengan modal awal Rp 200 ribu. Kelapa muda yang dijual dipetik dari kebunnya sendiri. “Kelapa ini kebetulan milik saya sendiri, jadi tidak beli,” ucapnya.



Setiap gelas es degan dijual Rp 3.000 tanpa susu, jika menggunakan susu Rp 4.000 per gelas. Selama berjualan, rata-rata menghabiskan 15 buah kelapa muda per harinya. “Setiap kelapa muda biasnya untuk dua sampai empat gelas, tergantung isinya,” ungkapnya.



Rifki berharap usahanya bisa lancar dan dapat dibuat sumber penghasilan. Memiliki gelar sarjana, jangan sampai menjadi halangan untuk memulai usaha. “Yang penting kita tidak menyusahkan orang lain dan mau berusaha,” cetusnya. (mg5/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#humaniora