SRONO – Banyuwangi berduka, kiai kharismatik yang juga pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Kautsar, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, KH. Nur Hamid Askandar, tutup usia pada Jumat dini hari (7/1).
Gus Hamid, sapaan KH. Nur Hamid Askandar menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan di RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore sekitar pukul 02.30 pada usia 66 tahun. “Man (paman) Hamid sakit komplikasi,” cetus Kholid Muhaidori Askandar, salah satu keponakan KH. Nur Hamid Askandar.
Menurut Gus Kholid, Gus Hamid sebenarnya sudah lama sakit, dan beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelum meninggal, pamannya itu sudah empat hari menjalani perawatan di RSU Bhakti Husada Krikilan. “Pernah dirawat di Penang, Malaysia,” katanya.
Gus Hamid yang meninggalkan satu istri, Ny Hj Hikmah Hamid Askandar dan empat putra, Vina Suroya, Al Mutawakkilalalloh, Muhammad Asadulloh, dan Ahmad Muhammad Fathulloh, terang Gus Kholid, dikenal sosok yang sabar dan pendiam. Tapi, juga pekerja keras. “Beliau itu sejak muda mandiri dan ulet,” ujarnya.
Selain mendirikan PPM Al Kautsar di Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, terang dia, Gus Hamid juga mendirikan PPM Al Kautsar di Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). “Sebenarnya man Hamid ini suka humor juga,” cetusnya.
Gus Kholid menyebut, pemikirannya tentang pondok pesantren sangat bagus. Di pesantren yang didirikan, memadukan model pesantren salafiyah (tradisional) dan khalafiyah (modern). “Pesantren di keluarga salafiyah, man Hamid pakai khalafiyah dengan bahasa pengantar santri Arab dan Inggris,” ungkapnya.
Di mata Gus Kholid, pamannya itu kiai yang tidak suka publikasi. Sehingga, untuk menemukan fotonya sangat sulit. “Kalau pesantren dan sekolah-sekolahnya publikasi, tapi pribadi beliau tidak mau dipublikasikan,” katanya.
Makanya dalam prosesi pemakaman di kompleks Pondok Pesantren PPM Al Kautsar Putra di Dusun Swaloh, Desa Sumbersari, pihak keluarga meminta dalam pemakamannya itu tidak ada yang mengambil gambar, baik foto atau video. “Kami atas nama keluarga, mohon maaf atas kesalahan bilau,” ujarnya.(abi)
Editor : Ali Sodiqin