Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Limbah Roti Jadi Pakan Alternatif Bebek

Agus Baihaqi • Jumat, 31 Desember 2021 | 14:00 WIB
limbah-roti-jadi-pakan-alternatif-bebek
limbah-roti-jadi-pakan-alternatif-bebek

BANGOREJO - Tantangan para pelaku budidaya unggas, baik penetasan maupun petelur, itu ketersediaan pakan. Untuk menghemat, mereka memberi pakan ternaknya dengan limbat roti.  

Salah satu peternak, Paijo, 42, asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, mengatakan saat ini harga pakan relatif mahal. Harga katul mencapai Rp 4.500 per kilogram. Harga itu, terbilang tinggi karena batas kemampuan peternak rata-rata Rp. 3.000 per kilogram. “Pakan lumayan mahal,” ujarnya.

Untuk menyiasati harga pakan yang mahal, para peternak harus jeli melihat peluang. Salah satu yang saat ini dimanfaatkan limbah roti atau roti returan. Pakan alternatif  harus memperhatikan ketersediaan dalam jangka panjang. “Pakan bebek kita tambahi roti,” terangnya.

Meski ada beberapa pabrik roti, para pelaku penetasan telur tidak serta merta mengambil dari sembarang tempat. Itu karena pola metabolism bebek. Unggas petelur ini sangat sensitif terhadap pakan. Jika pemberian pakan berganti-ganti, meski kualitasnya dianggap lebih baik, bisa membuat tidak bertelur. “Tidak bisa sembarangan, beda pakan bisa tidak mau bertelur,” jelasnya.

Untuk kebutuhan pakan, konsumsi yang dilakukan bebek cukup tinggi. Dia menyebut, setiap 100 ekor, memerlukan pakan sebanyak 13 kilogram per hari. Sehingga peluang dan kebutuhan pakan ini masih sangat tinggi. “Kebutuhan lumayan,” terangnya.(abi)

Editor : Ali Sodiqin
#pakan ternak #limbah #roti