Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Angkutan Damri KSPN Akan Berhenti

Ali Sodiqin • Kamis, 30 Desember 2021 | 19:30 WIB
angkutan-damri-kspn-akan-berhenti
angkutan-damri-kspn-akan-berhenti


GENTENG – Selama pemulihan dampak pandemi, pemerintah mencanangkan program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Di Banyuwangi, salah satu turunan program itu penyediaan angkutan eksklusif berupa dua mobil mini bus dengan biaya murah dari Kota Banyuwangi menuju destinasi wisata Kawah Ijen, Kecamatan Licin, dan Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.



Hanya saja, mobil mini bus yang sudah berjalan setahun ini dikabarkan akan berhenti pada 2022. “Kendaraan ini rencananya akan pindah ke Ponorogo, berarti di Banyuwangi berhenti,” terang Slamet, salah satu kru bus Damri.



Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi, Ali Ruchi saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat kepastian terkait informasi itu. Program itu diluncurkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan Dishub Banyuwangi, hanya membantu menyiapkan rute di lapangan. “Itu dari pusat, yang dapat tender armada Damri, kita bantu rute saja,” jelasnya.



Terkait keterlibatan armada lokal, Ali menyebut hal itu merupakan kewenangan Damri. Tapi secara administrasi, semua dilakukan oleh Damri. “Kalau Damri tidak ada, dia bisa sewa, tapi legalitasnya tetap Damri,” ungkapnya.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda menjelaskan kelanjutan armada Damri KSPN, hingga saat ini belum ada informasi. “Belum ada informasi lanjut atau tidak,” jelasnya.



Menurut Bramuda, munculnya program ini memang untuk memulihkan sektor Pariwisata. Batasan program ini, selama ini tidak pernah disebutkan. “Tidak ada batas waktu, ini untuk pemulihan sektor ekonomi, utamanya Pariwisata,” terangnya.



Melihat kondisi pandemi yang sudah mulai membaik secara umum, terlebih di Banyuwangi, kemungkinan keberlanjutan program ini bisa saja terjadi. Tapi, itu kewenangan pemerintah pusat. “Kembali ke pemerintah pusat,” terangnya.



Selama armada KSPN ini beroperasi, ada plus minus yang ditimbulkan. Di satu sisi, travel lokal mengalami penurunan, belum lagi banyak wisatawan yang membawa kendaraan pribadi. “Sisi lain, para wisatawan juga diuntungkan,” ungkapnya.



Melihat kondisi ini, Bram berjanji akan memberi masukan atau usulan kepada pemerintah pusat. Pihaknya akan memberikan data yang membawa keuntungan bagi semua pihak. “Tentu harapannya win win solution (saling menguntungkan),” cetusnya.(abi)


Editor : Ali Sodiqin
#angkutan umum