GENTENG – Sebanyak 10 pohon pengayom jenis trembesi di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, ditebang oleh Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banyuwangi, Selasa (28/12).
Pohon yang ditebang dan berukuran besar itu, ditebang karena dianggap membahayakan. Apalagi, dilokasi itu berada di pusat kota dengan arus lalu lintas cukup padat. “Pohon kita tebang karena bisa membahayakan,” cetus Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, Danang Hartanto melalui Kabid Penataan Ruang, Bayu Hadiyanto.
Menurut Bayu, penebangan 10 pohon trembesi itu untuk menindaklanjuti imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi mengenai prediksi cuaca yang akan terjadi pada awal tahun 2022. Pohon yang rawan tumbang dan lapuk ditebang, karena membahayakan warga. “Januari infonya cuaca ekstrim,” jelasnya.
Penebangan pohon itu, terang dia, difokuskan di dua titik keramaian, yakni Kota Banyuwangi dan Kecamatan Genteng. Untuk sasaran penebangan, diutamakan pohon yang berada di pinggir jalan dan rawan tumbang, atau mengalami patahan pada cabang. “Daerah selatan di Kota Genteng, kita fokuskan pohon trembesi,” jelasnya.
Bayu menyebut, untuk pohon lainnya secara umum tetap menjalani perawatan. Hanya saja, kegiatan ini dilakukan secara berkala menyesuaikan anggaran. “Yang lain dilajutkan pada 2022 mendatang,” katanya.(abi)
Editor : Ali Sodiqin