SINGOJURUH - Warga Dusun Gombol, Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh yang rumahnya bersebelahan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Qur’an, ternyata sudah lama mengkhawatirkan pagar tembok pembatas dengan perumahan penduduk. Sebab, tanah di lokasi tersebut memang rawan longsor.
Kekhawatiran itu terjadi pada Selasa siang (23/11). Sekitar pukul 14.00, pagar tembok dari beton sepanjang tiga meter ambruk. ”Suaranya (tembok yang roboh, Red) sangat keras, saya kira suara petir,” terang Poniyah, 50, warga yang rumahnya bedekatan dengan pagar tembok yang ambruk.
Poniyah mengaku, saat kejadian dia sedang berada di dapur yang tidak jauh dengan pagar yang ambruk itu. ”Untungnya tidak ada warga di sekitar sungai,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Pagar tembok milik Ponpes Daarul Qur’an yang ambruk itu, lokasinya berada di samping sungai kecil yang biasa digunakan warga untuk mencuci baju. Bahkan, tidak jarang anak-anak sekitar mandi atau bermain air di lokasi tersebut. ”Warga di sini sudah biasa mandi atau mencuci baju di situ,” jelasnya. (mg3/abi/c1)
Editor : Ali Sodiqin