SEMENTARA itu, Asriyah, 90, ibu kandung Misdu yang terjun bebas ke jurang sedalam empat meter saat tidur di rumah anaknya di Dusun Kentangan, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, sehari-hari tidur di kamar belakang yang bercampur dapur dengan ukuran enam meter kali delapan meter.
Kamar yang ditempati tidur Asriyah, itu separo lebih ikut ambrol setelah pondasi rumah longsor. Nenek yang masih asyik tidur itu, terbawa bangunan rumah yang ambrol dan jatuh ke jurang sedalam empat meter. “Ibu sampai bawah masih di atas kasur yang dibuat tidur,” kata Jumainah, istri Misdu kemarin (17/11).
Saat dapur rumahnya ambruk itu, terang dia, ibu mertuanya sempat berteriak minta tolong. Teriakan yang keras berbarengan dengan suara reruntuhan bangunan rumah, membuatnya terbangun. “Saya bangun bagian belakang sudah ambruk, kamar yang dibuat tidur ibu sudah separo hilang, dan ibu juga sudah tidak ada,” ungkapnya.
Mendengar ada suara keras saat rumah korban ini ambruk, para tetangga juga langsung berdatangan. Mereka segera mengevakuasi Asriyah yang berada di jurang yang banyak tumbuh pohon manggis. Nenek itu, juga langsung mendapat perawatan dari petugas medis Puskesmas Songgon yang datang ke lokasi. “Sudah diberi obat oleh petugas Puskesmas,” cetusnya.(mg3/abi)
Editor : Ali Sodiqin