Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Warga Alasmalang masih Trauma Banjir Bandang

Ali Sodiqin • Sabtu, 20 November 2021 | 14:30 WIB
warga-alasmalang-masih-trauma-banjir-bandang
warga-alasmalang-masih-trauma-banjir-bandang


SINGOJURUH – Curah hujan tinggi yang sering akhir-akhir ini, membuat warga yang tinggal di sekitar Dam Garit, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh was-was. Mereka masih trauma dengan banjir bandang yang terjadi pada Juni 2018.



Salah satu warga, Nurbaiti, 43, asal Dusun Garit, Desa Alasmalang, mengaku masih trauma setiap turun hujan deras. Ia khawatir debit air sungai akan naik seperti banjir bandang yang menerjang kampungnya pada Juni 2018 lalu. “Takut seperti dulu lagi, rumah banyak yang rusak, barang berharga hanyut terbawa air,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (17/11).



Gara-gara banjir bandang itu, jelas dia, setiap turun hujan deras warga siaga dan memindahkan kendaraan dan barang berharga ke rumah saudaranya yang tinggal di daerah lain. “Sekarang, kalau dapat kabar air di atas (hulu) naik, mobil-mobil warga biasanya dititipkan,” cetusnya.



Pada Selasa (2/11) lalu, terang dia, debit air di Dam Garit sempat naik akibat hujan deras. Dan itu membuat plengsengan sungai ambrol.



Menyikapi tingginya curah hujan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Singojuruh, Penjaga Pintu Air (PPA) di Dam Garit, Heru Mayangkoro, 38, menyampaikan selalu berkoordinasi dengan para PPA yang ada di hulu sungai. Itu dilakukan agar bisa langsung menginformasikan kepada warga. “Kami patokannya ketinggian muka air, kalau sudah di atas 90 centimeter, itu sudah waspada, seperti kejadian dua minggu lalu,” pungkasnya.(mg3/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#cuaca ekstrem #hujan deras #longsor