GENTENG – Kepala Desa (Kades) Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sukri saat dikonfirmasi sekitar pukul 15.00, belum mengetahui pasti mengenai rumah milik Buana, 70, yang tinggal di Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan yang ambruk itu. Tapi, dia sudah mendapat video rumah ambruk yang banyak beredar di media sosial.
Dari rekaman video itu, Sukri mengaku memerintahkan Kepala Dusun Cangaan, Suhadak untuk memeriksa kondisi rumah warga yang ambruk itu. “Dari informasi yang kita terima, rumah yang ambruk itu miliknya pendatang, asalnya Sumbawa, NTB (Nusa Tenggara Barat),” katanya.
Meski pemilik rumah warga dari luar daerah, Sukri tetap meminta agar warga yang rumahnya ambruk itu untuk dilayani dan dibantu. “Meski orang Sumbawa, kalau tinggal di Genteng Wetan ya urusi,” ujarnya saat memerintahkan pada kepala dusun.
Keterangan Kades Genteng Wetan Sukri itu, ternyata dibantah oleh Ari Karyono, 32, salah satu anak Buana yang rumahnya ambruk. Keluarganya, itu warga Banyuwangi. “Ibu itu orang asli sini (Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan),” jelasnya.
Ari menyebut, rumah yang ditempati ibu dan saudaranya itu pernah mendapat bantuan bedah rumah. Tapi, yang dibangun di bagian depan dan sudah lama. “Yang ambruk itu bagian belakang dan dibuat dapur,” cetusnya.
Rumah orang tuanya itu, masih kata dia, dihuni tiga keluarga dengan dua janda dan enam orang cucu. “Penghuni rumah itu semuanya ada 10 orang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (16/11).(abi)
Editor : Ali Sodiqin