Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Batu Bara dari Kapal Tongkang mulai Tumpah

Rahman Bayu Saksono • Rabu, 10 November 2021 | 19:00 WIB
batu-bara-dari-kapal-tongkang-mulai-tumpah
batu-bara-dari-kapal-tongkang-mulai-tumpah

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Terdamparnya kapal tongkang Gold Trans 308 di Teluk Pangpang, wilayah perairan Sembulungan, Kecamatan Muncar, tampaknya mulai membawa masalah. Batu bara yang dibawa kapal itu, kini mulai berceceran ke laut, kemarin (8/11).


Kapal tongkang dengan membawa batu bara itu, berangkat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Cilacap, Jawa Tengah. Tapi, sampai di Teluk Pangpang, harus bersandar karena lambungnya bocor, dan kapal itu miring hingga 30 derajat. “Ceceran batu bara dari kapal tongkang itu berpotensi merusak biota laut di sekitar Teluk Pangpang,” cetus Kabid Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudera.


Hanya saja, terang dia, perlu diketahui jumlah ceceran batu bara yang jatuh ke laut. Jika yang tumpah ke laut itu tinggi, maka akan menganggu terumbu karang. “Berapa volume batu bara yang masuk ke laut, ini harus diketahui dulu,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, kemarin (8/11).


Suryono mengaku belum mendapat laporan dampak serius dari ceceran batu bara itu. Pihaknya, juga belum menerima laporan ada ikan yang mati akibat terdamparnya kapal tongkang tersebut. “Belum ada laporan ada kerusakan lingkungan,” ujarnya.


Untuk memastikan dampak itu, Suryono mengaku sedang menjalin komunikasi dengan pihak yang sudah turun ke lokasi terdamparnya kapal tongkang. Itu untuk memastikan ceceran batu bara yang masuk ke laut. “Kita instens komunikasi dengan Polairud,” cetusnya.


Salah satu anggota komunitas peduli lingkungan dari 4Ocean, Ali Saifudin, 48, menyampaikan terus berkomunikasi dengan anggota komunitas lain dan mengawasi kapal tongkang yang membawa 7.500 metrik ton batu bara itu. “Masih belum ada rencana untuk melakukan bersih-bersih di sana, kita masih berembuk,” katanya.


Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, gara-gara lambung bocor kapal tongkang Gold Trans 308 yang mengangkut batu bara dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Cilacap, Jawa Tengah, terdampar di Teluk Pangpang, wilayah perairan Sembulungan, Kecamatan Muncar.


Kapal tongkang itu berada di ujung timur Pulau Jawa itu sejak Selasa (2/11). Tapi, keberadaannya baru diketahui petugas Pos Polairud Muncar pada Rabu malam (3/11). Pada Kamis siang (4/11), Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Jeni Al Jauza bersama petugas Pos TNI AL (Posal) Muncar mengecek kapal tongkang itu.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#muncar