PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng - Pengelola homestay di lokasi wisata Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terpuruk. Biaya untuk operasional tinggi, sedang tamu kosong.
Agus Prihandoyo, 40, pengelola Kingkong Surf Camp mengaku sejak munculnya pandemi, tamu nyaris tidak ada yang datang. Tamu yang ada di tempatnya itu, sebagian besar wisatawan mancanegara. “ “Ada yang bilang khusus bule, padahal lokal juga kita terima, kita butuh uang,” katanya.
Saat ini homestay di sekitar Pantai Pulau Merah tidak bisa dipertahankan. Itu karena biaya operasional seperti listrik dan air yang mahal. “Selama pandemi ini tidak ada pemasukan sama sekali,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Untuk menyambung hidup, Agus mengaku mencari kesibukan baru dengan beternak kambing. Rencananya, usaha ini akan dikembangkan dengan melibatkan beberapa temannya agar lebih besar dan serius. “Saya punya 11 ekor kambing, ini mau saya tambah dan minta investasi,” terangnya.
Hal senada disampaikan, Syamsul Arifin, 39. Pengelola Red Island Surf Camp ini menyampaikan selama penerapan PPKM Darurat ini tidak bisa menerima tamu. Sebelumnya, mengandalkan kafe yang dikelola di kompleks homestay. “Sebelum PPKM Darurat, masih bisa ngopi gratis dan main di kolam,” jelasnya.
Arifin mengatakan pandemi Covid-19 ini benar-benar parah, terutama setelah ada PPKM Darurat dan tidak ada pemasukan sama sekali. “Saya merumahkan sembilan pekerja,” ungkapnya.
Editor : Rahman Bayu Saksono