Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kamar Hotel Penuh Obat Pusing

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:30 WIB
kamar-hotel-penuh-obat-pusing
kamar-hotel-penuh-obat-pusing

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng –Penyebab kematian Siti Mutingatun Hidayah, 47, warga Dusun Sumberagung, RT/RW 1, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, yang ditemukan membusuk di Hotel Asri, Genteng tidak diketahui secara pasti.


Kepolisian dan petugas medis tidak bisa bisa memeriksa bagian organ dalam korban, karena keluarganya tidak mengizinkan dilakukan otopsi. “Keluarga menerima kematian korban, dan minta tidak diotopsi,” terang Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji.


Hanya saja, terang kapolsek, petugas medis sempat memeriksa korban di bagian luar. Dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Malahan, saat kejadian pintu kamar masih terkunci. “Tidak ada unsur keterlibatan orang lain,” katanya.


Berdasarkan keterangan dari keluarga dan teman-temannya, terang dia, almarhumah ini memiliki penyakit pusing dan sering kambuh. Untuk mengurangi rasa sakit karena pusing, biasanya alrmarhumah itu mengonsumsi obat pereda pusing dengan dosis yang tinggi.


Keterangan saksi itu, jelas dia, diperkuat dengan temuan saat petugas memeriksa kamar tempat perempuan paro baya ini menginap. Ditanya ceceran darah yang banyak ditemukan di kamar hotel, Kapolsek menyampaikan itu bukan ceceran darah. Tapi, cairan dari lendir yang menetes tepat di bawah posisi tidurnya. “Bukan darah, ya dari yang membusuk itu,” jelasnya.


Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, seorang tamu Hotel Asri Genteng, Siti Mutingatun Hidayah, 47, warga Dusun Sumberagung, RT/RW 1, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, ditemukan meninggal di kamar nomor 4, Jumat (27/8). Saat ditemukan, kondisinya sudah membiru dengan mengeluarkan bau yang menyengat.


Diduga, korban yang masuk hotel menggunakan kartu identitas Surat Izin Mengemudi (SIM) atas nama Martha Kristin Angraini, warga Dusun Blokagung, RT 4, RW 2, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, itu sudah meninggal sejak Rabu (25/8). “Tidak keluar sejak Rabu (25/8),” terang salah satu karyawan hotel yang minta namanya tidak dikorankan.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#polsek genteng #banyuwangi