RadarBanyuwangi.id – Memasuki padangan (terang bulan), para nelayan yang tinggal di pesisir Pantai Muncar banyak yang tidak melaut. Tapi, mereka tetap mencari ikan. Hanya saja, mereka tidak memburu ikan hingga ke tengah laut, tapi di pantai dengan menggunakan botol plastik bekas dengan umpan tepung.
Salah satu nelayan, Santoso, 49, warga Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, mengatakan teknik menangkap ikan yang kini banyak dipakai nelayan menggunakan perangkap botol bekas. Botol bekas minuman kemasan, dimodifikasi hingga bisa menjerat ikan jenis bandeng. “Botol plastik bekas dirangkai sedemikian rupa, lalu digunakan untuk memancing ikan,” ujarnya.
Jenis ikan yang kerap diditangkap dengan menggunakan alat tangkap botol bekas dengan umpan terigu ini, terang dia, ikan jenis belanak atau bandeng. “Alat tangkap ini sudah lama dipakai nelayan, ditemukan tanpa sengaja,” terangnya.
Awal penggunaan alat tangkap ini, lanjut dia, ada nelayan tak sengaja menaruh bekas botol air mineral yang diberi nasi, dilempar ke pantai. “Botol itu dimasuki dua ekor ikan belanak ukuran sedang,” katanya.
Hanya saja, jelas dia, saat ini para nelayan menggunakan umpan tepung terigu sebagai pengganti nasi. Umpan tepung dianggap lebih menarik ikan dibanding nasi. Sebab, tektur tepung dapat menyebar saat dimasukan ke dalam air. Dan itu bisa menarik perhatian ikan jenis bandeng yang suka bergerombol. “Mencari ikan dengan botol bekas minuman kemasan ini tidak hutuh modal banyak,” ujarnya.
Selain itu, terang dia, botol bekas bisa diperoleh di tepi jalan, sedang senar mudah didapat dari bekas tambang dan jaring. Umpan tepung terigu atau tepung tapioca, bisa dibeli dengan harga cukup terjangkau. “Teknik memancing seperti ini tidak membutuhkan joran, dan pelampung memakai sendal bekas atau styrofoam,” cetusnya.
Memancing dengan botol bekas ini, masih kata dia, tidak butuh waktu lama. Maksimal lima menit, dua hingga tiga ekor ikan belanak akan masuk ke botol dengan makan terigu. Sekali masuk ke botol, ikan susah keluar karena ada jeratan di dalam botol. “Kalau hasil tangkapan banyak bisa dijual, kalau sedikit dimasak sendiri,” terangnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin