Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Andalkan Kondisi Alam, Produksi Ikan Asin Turun

Rahman Bayu Saksono • Minggu, 22 Agustus 2021 | 00:05 WIB
andalkan-kondisi-alam-produksi-ikan-asin-turun
andalkan-kondisi-alam-produksi-ikan-asin-turun

MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng - Produksi ikan asin di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, sejak dua bulan ini mengalami penurunan. Bukan karena hasil tangkapan nelayan yang kurang, tetapi karena faktor cuaca yang belakangan ini sering hujan.


Cuaca mendung dan hujan, membuat proses pengeringan ikan asin terganggu. Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Genteng kemarin (19/8), saat cuaca panas para perajin ikan asin itu langsung menjemur ikan. “Ikan tangkapan nelayan sedang meningkat,” terang Holifah, 48, salah seorang perajin ikan asin.


Hanya saja, terang dia, para perajin ikan asin tidak bisa produksi karena cuaca yang sering mendung dan hujan. Padahal, pengeringan ikan asin hanya mengandalkan sinar matahari. “Kami kesulitan melakukan proses pengeringan ikan,” katanya.


Menurut Holifah, jika cuaca sedang panas produksi ikan asin bisa dilakukan dalam waktu 12 jam. Tapi kalau mendung dan sering hujan, penjemuran bisa memakan waktu hingga dua atau tiga hari. “Proses pengolahan ikan asin masih manual, menjemur di bawah terik matahari,” cetusnya.


Jika cuaca cerah, jelas dia, dalam memproduksi ikan asin ini juga tidak terlalu banyak mengunakan garam. Untuk satu kuintal ikan yang akan dijadikan ikan asin, membutuhkan sekitar 100 kilogram garam. Tapi jika cuaca hujan, biasanya akan dilakukan penggaraman ulang. “Kalau cuaca mendung, biaya produksi lebih banyak,” terangnya.


Jika cuaca normal, masih kata dia, ikan asin biasanya dijual dengan harga Rp 20 ribu per kilogram. Saat ini, harga ikan asin tergolong mahal dengan harga Rp 35 ribu per kilogram. Ikan asin buatan warga pesisir Pantai Muncar, biasanya dijual ke luar kabupaten, seperti Kabupaten Jember, Malang, Pasuruan, hingga Sidoarjo.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#nelayan #banyuwangi #muncar