Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapuk Randu Bertengan di Jalan Desa

Rahman Bayu Saksono • Sabtu, 21 Agustus 2021 | 00:50 WIB
kapuk-randu-bertengan-di-jalan-desa
kapuk-randu-bertengan-di-jalan-desa

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Jalan raya tengah persawahan di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, kini dipenuhi kapuk yang beterbangan. Pohon randu yang ada di sekitar jalan raya itu, sudah waktunya di panen.


Salah satu pemanen, Wahyudi, 32, asal Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo tampak gesit mengambil buah randu yang sudah berisi. Tanpa melengkapi alat pengaman, dia terlihat cukup gesit memanen. “Sudah biasa, yang penting hati-hati,” kata Wahyudi.


Menurut Wahyudi, kapuk yang didiambil diutamakan yang masih terbungkus di dalam buah, bukan yang sudah keluar beterbangan. Tapi, yang beterbangan itu juga masih bisa dijual. “Yang bagus yang masih utuh,” ujarnya.


Kapuk yang dipanen itu, terang dia, dimasukkan dalam karung. Dalam satu pohon, kapuk yang didapat tidak sama, tergantung kondisi pohon. “Satu pohon tidak tentu, tapi kalau yang dikarungi biasanya 18 kilogram,” jelasnya.


Setelah terkumpul banyak, lanjut dia, kapas itu akan dikupas dan dijemur hingga kering. Kemudian, dikemas dalam bentuk press dan dikirim ke Surabaya. “Harganya berubah-ubah, sekarang Rp. 1.800 per kilogram,” terangnya.


Warga Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Ponija, 53, mengungkapkan setiap musim randu, jalanan dipenuhi kapuk yang berterbangan. Apalagi, saat dipanen pengguna jalan sedikit terganggu dengan kapuk beterbangan. “Ini termasuk bagus, yang dulu kapuknya beterbangan semua,” kenangnya.

Editor : Rahman Bayu Saksono
#sempu #banyuwangi