Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pencarian ABK KM Bintang Sonar Dihentikan

Ali Sodiqin • Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:00 WIB
pencarian-abk-km-bintang-sonar-dihentikan
pencarian-abk-km-bintang-sonar-dihentikan


RadarBanyuwangi.id – Upaya tim SAR yang melakukan pencarian empat anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bintang Sonar yang hilang di perairan Tanjung Bantengan, daerah Pantai Plengkung, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, akhirnya dihentikan, kemarin (9/8).



Penghentian itu, sesuai SOP yang ada, yakni pencarian dilakukan selama tujuh hari. Meski masih ada empat nelayan yang belum ditemukan saat kapal ikan yang dinaiki bersama enam nelayan lainnya tenggelam pada Senin sore (2/8), tapi upaya pencarian tetap dihentikan. “Sampai pencarian di hari ketujuh, empat nelayan yang hilang belum ditemukan jejaknya,” terang Kanit Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Pos Muncar, Bripka Wayan Wedhana.



Sesuai dengan SOP pencarian dan pertolongan, terang dia, jika sampai H+7 korban belum ditemukan, maka kegiatan dihentikan. “Tidak ada tanda-tanda pendukung tambahan, maka operasi dapat dihentikan,” ujarnya.



Menurut Wayan, semua daya dan upaya telah dilakukan secara maksimal. Tapi, itu semua belum menghasilkan sesuai dengan harapan. Meski secara fisik dihentikan, tetapi semua masih tetap dalam pantauan. “Dengan dihentikannya pencarian, semua personil dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” jelasnya.



Wayan mengaku sudah minta pada nelayan tradisonal di wilayah Pantai Muncar dan Grajagan kalau menemukan barang atau orang yang berhubungan dengan KM Bintang Sobar, diminta segera lapor ke petugas. “Selama pencarian berlangsung, petugas berhasil menyelematkan enam ABK KM Bintang Sonar, empat nelayan belum ditemukan,” katanya.



Keempat nelayan yang belum ditemukan itu, masih kata dia, Muhammad Hafidi, 47, Dulhadi, 40, keduanya warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar; Herman, 42, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dan Alfan Efendi, 40, asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo.



Seperti yang diberitakan sebelumnya, kecelakaan laut dengan korban para nelayan asal Muncar, terjadi di sekitar perairan Tanjung Bantengan, wilayah Pantai Plengkung, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo pada Senin sore (2/8). Kapal Motor (KM) Bintang Sonar milik H. Marsudi, 52, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terbalik akibat diterjang ombak tinggi.



Dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.40 itu, 10 anak buah kapal (ABK) yang ada di kapal nelayan jenis selerek itu, ikut tersapu ombak Laut Selatan dan tenggelam. Enak nelayan berhasil selamat. Mereka itu, Bambang Budiono, Abdul Hadi, Yon Mulyono, Mohammad Sugiyanto, Muhammad Efendi, dan Waris, semuanya warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#laut selatan