Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Sambangi Korban KM Bintang Sonar

Ali Sodiqin • Senin, 9 Agustus 2021 | 20:00 WIB
bupati-ipuk-sambangi-korban-km-bintang-sonar
bupati-ipuk-sambangi-korban-km-bintang-sonar


RadarBanyuwangi.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengunjungi nelayan yang tenggelam dan selamat di perairan Tanjung Bantengan, daerah Pantai Plengkung, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Sabtu (7/8).



Dalam kecelakaan laut yang terjadi pada Senin sore (2/8), dari 10 awak Kapal Motor (KM) Bintang Sonar, enam nelayan selamat, dan empat lainnya hilang. Keenam nelayan yang selamat itu, Bambang Budiono, Abdul Hadi, Yon Mulyono, Mohammad Sugiyanto, Muhammad Efendi, dan Waris, semuanya warga Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.



Sedang empat nelayan yang masih belum ditemukan, Muhammad Hafidi, 47, Dulhadi, 40, keduanya warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar; Herman, 42, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dan Alfan Efendi, 40, asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo.



Saat mengunjungi para korban KM Bintang Sonar, Bupati Ipuk memberikan santunan kepada para nelayan yang selamat, dan keluarga nelayan yang masih dinyatakan hilang. “Saya ikut berduka atas musibah ini, semoga nelayan yang masih dinyatakan hilang bisa segera ditemukan,” kata Ipuk saat berada di rumah Herman, salah seorang korban yang belum ditemukan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.



Ipuk bertamu dan berbincang dengan enam nelayan yang selamat. Mereka menceritakan kronologis hingga upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan diri. Abdul Hadi mengisahkan berpegangan bambu hingga akhirnya bisa menemukan daratan. “Saat itu cuaca memang sangat buruk, kapal yang kami tumpangi dihantam ombak besar. Saya pegangan bambu hingga akhirnya diseret ombak sampai ke daratan,” terang Hadi.



Beda lagi yang dialami Mohammad Efendi. Setelah kapal yang ditumpangi diterjang ombak besar dan tenggelam, Efendi sempat dinyatakan hilang. Dia terombang-ambing selama 12 jam di laut dengan berpengan pada jeriken. “Selama sehari semalam saya terombang-ambing. Akhirnya ditemukan dan diselamatkan nelayan,” cetus Efendi.



Pemilik KM Bintang Sonar, H. Marsudi, 52, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Ipuk pada para nelayan. Ia berharap keempat ABK yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan. “Semoga kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#laut selatan