RadarBanyuwangi.id – Pencarian anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bintang Sonar yang hilang saat kecelakaan di perairan Tanjung Bantengan, daerah Pantai Plengkung, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo masih terus dilakukan.
Dalam pencarian yang dilakukan oleh tim SAR dari Satpolairud Polresta Banyuwangi, Basarnas, TNI AL, BPBD, dan relawan di hari ketiga, kemarin (4/8), belum membuahkan hasil. Dalam pencarian itu, mereka terkendala cuaca yang buruk. “Cuaca buruk,” cetus Kasatpolairud Polresta Banyuwangi, Kompol Jeni Al Jauza.
Menurut kasatpolairud, dalam pencarian empat ABK KM Bintang Sonar itu, tim gabungan melakukan penyisiran mulai dari perairan Muncar, perairan Plengkung di Kecamatan Tegaldlimo, hingga perairan Grajagan di Kecamatan Purwoharjo. “Tapi dari penyisiran ini hasilnya masih nihil,” katanya.
Pencarian para korban ini, terang dia, tidak bisa berjalan dengan baik karena cuaca buruk. Ombak di Laut Selatan itu ketinggiannya dua hingga tiga meter. Selain itu, angin juga kencang dan hujan ringan mengguyur. “Pencarian difokuskan ke arah barat dengan melakukan penyisiran sejauh 15 mil dari lokasi tenggelamnya kapal,” ujarnya.
Kasatpolairud berharap, empat ABK KM Bintang Sonar yang belum ditemukan, yakni Dulhadi, 40, warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar; Hafidi, 45, asal Dusun Krajan, Desa Kedungrejo; Herman, 42, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, dan Alfan Efendi, 40, asal Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, bisa ditemukan dengan kondisi selamat. “Kita akan terus melakukan pencarian,” ungkapnya.
Dalam pencarian di hari ketiga, masih kata dia, belum menemukan jejak para korban dan KM Bintang Sonar. Kapal pencari ikan milik H. Marsudi, 52, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dan tenggelam di perairan sekitar Pantai Plengkung itu ciri-cirinya warna orange dan bertuliskan Bintang Sonar. “Kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban dan kapal,” katanya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, kecelakaan laut dengan korban para nelayan asal Muncar, terjadi di sekitar perairan Tanjung Bantengan, wilayah Pantai Plengkung, Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo pada Senin sore (2/8). Kapal Motor (KM) Bintang Sonar milik H. Marsudi, 52, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terbalik akibat diterjang ombak tinggi.
Dalam kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.40 itu, 10 anak buah kapal (ABK) yang ada di kapal nelayan jenis slerek itu, ikut tersapu ombak Laut Selatan dan tenggelam. “Kapal slerek itu membawa 10 ABK, semuanya tenggelam,” cetus Komandan Pos TNI AL Muncar, Letda (P) Triyono.
Dari 10 ABK itu, terang dia, empat kru kapal bisa langsung selamat setelah menepi dengan cara berenang. Empat nelayan itu, Andi Hadi, 40; Budi, 45; Mulyono, 42, dan Sugianto, 48, semuanya warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.
Esok harinya, dua awak kapal yang tenggelam itu ditemukan nelayan Grajagan saat terombang-ambing di perairan Pantai Coko, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Kedua nelayan yang selamat dengan berpegangan bambu selama 12 jam lebih itu, Waris, 46, dan Muhammad Efendi, 37, keduanya warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin