Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ganggu Jaringan Listrik, PLN Gencarkan Patroli Layang-Layang

Ali Sodiqin • Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:00 WIB
ganggu-jaringan-listrik-pln-gencarkan-patroli-layang-layang
ganggu-jaringan-listrik-pln-gencarkan-patroli-layang-layang


RadarBanyuwangi.id - Layang-layang menjadi masalah yang cukup serius bagi pembangkit listrik negara (PLN). Setiap tahun, selalu ada pemadaman listrik akibat layangan yang menyangkut di kabel jaringan listrik.



Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Jajag, Kecamatan Gambiran, Didit Tarmidzi mengatakan, gangguan jaringan listrik PLN, terutama di daerah Banyuwangi selatan sering terjadi. Selain karena faktor alam seperti pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik, gangguan lainnya yang cukup serius itu layang-layang. “Gangguan jaringan listrik akibat layangan sangat sering,” katanya.



Padahal selama ini, pihaknya aktif melakukan imbauan dan pendekatan pada masyarakat, agar bermain layang-layang  dengan bijak. Sambil menunggu perda berkaitan layang –layang, pihaknya terus melakukan langkah persuasif kepada warga. “Kita sampaikan bermain layangan tidak di sekitar jaringan listrik,” ujarnya.



Menurut Didit, memasuki Agustus dan musim kemarau, biasanya warga yang bermain layang-layang ramai. Dan ini, bisa meningkatkan kerawanan gangguan. “Pada Juli hanya satu gangguan, bulan depan sepertinya bakal banyak,” sebutnya.



Gara-gara layang-layang putus, tambah dia, sering terjadi pemadaman listrik. Karena layangan itu menyangkut di kabel jaringan listrik. Dan itu, membuat PLN dan masyarakat juga merugi. “Sering peralatan sampai terbakar,” katanya.



Layang-layang yang berbahaya, jelas dia, tidak hanya jenis sawangan atau gapangan, tapi semua jenis layangan. Ada anggapan di masyarakat, layang-layang yang berbahaya hanya yang menggunakan dinamo dan lampu. Padahal, dalam beberapa kasus, layangan biasa lebih berbahaya, terutama yang menggunakan benang gelasan. “Kabel gelasan itu berbahaya,” sebutnya.(sli/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#musim layangan