Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bagi Nasi Bungkus untuk Warga Terdampak PPKM

Ali Sodiqin • Senin, 26 Juli 2021 | 02:00 WIB
bagi-nasi-bungkus-untuk-warga-terdampak-ppkm
bagi-nasi-bungkus-untuk-warga-terdampak-ppkm


RadarBanyuwangi.id - Ide kakak beradik, Wahyudi, 46, dan Efi Rahayu, 43, pemilik warung di Desa/Kecamatan Tegaldlimo ini patut dicontoh. Setiap hari, keduanya membagikan nasi bungkus dan bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.



Sasaran bagi-bagi nasi bungkus dan bahan makanan yang dilakukan pemilik warung New Normal di Dusun Sumberluhur, Desa/Kecamatan Tegaldlimo itu, kaum duafa dan janda tua. “Setiap hari masak dan membagikan pada warga terdampak PPKM Darurat,” cetus Efi Rahayu.



Setiap hari, warung yang berlokasi tepat di depan Mapolsek Tegaldlimo, itu menyedikan 130 bungkus nasi untuk dibagikan kepada warga terdampak PPKM Darurat. “Kami kasihan, mereka tidak dapat bekerja, otomatis juga tidak ada uang untuk makan,” katanya.



Ide untuk membagikan bungkusan makanan itu, terang dia, muncul setelah melihat banyak warga yang tidak mendapat bantuan, padahal sangat terdampak PPKM Darurat. Bantuan pemerintah yang diberikan, dinilai tidak tepat sasaran dan malah menyulitkan masyarakat kecil. “Warga yang kaya malah dapat bantuan, sedangkan yang miskin tidak dapat bantuan,” terangnya.



Atas keprihatinan itu, keduanya kompak membagikan nasi bungkus dan bahan makanan pada warga terdampak. Sedangkan biaya untuk kegiatan sosial itu, diambilkan dari uang tabungan pribadi, dan tidak ada bantuan dari golongan maupun partai politik. “Saya jual perhiasan saya untuk kegiatan itu,” jelasnya.



Meski warungnya juga ikut terdampak PPKM Darurat, tapi ibu dua anak itu tetap berbagi kepada sesama. Ia mengaku selama masih bisa berbuat baik, rezeki pasti akan dipermudah. “Saya tidak takut miskin, meski saya bukan orang kaya, tapi saya masih mau membantu sesama,” ucapnya.



Sementara itu, Wahyudi mengaku telah mendata sendiri warga yang kurang mampu dan terdampak Covid-19. Selama ini, data yang mengacu dari pemerintah desa dinilai tidak tepat sasaran. Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus kepada masyarakat itu, juga bentuk sindiran kepada pemerintah atas peraturan PPKM Darurat yang kurang maksimal. “Saya turun langsung untuk melihat warga yang benar-benar tidak dapat makan,” cetusnya.



Ia berharap apa yang dilakukan dicontoh oleh orang lain. Atas usahanya ini, ia tidak berharap pujian dari orang lain. Tapi, ingin idenya berbagi kepada sesama dapat dicontoh. “Saya ihklas dan benar-benar memberi orang yang terdampak Covid-19,” cetusnya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#bantuan sosial #nasi bungkus