RadarBanyuwangi.id – Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Genteng yang biasanya sangat ramai dikunjungi warga, sejak diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Sabtu (3/7), untuk sementara ditutup.
Sejumlah pusat perbelanjaan yang tutup sementara itu, KDS, Sun East Mall (SEM), Bares, dan Vionata. Di tempat orang orang belanja itu, kemarin (4/7) terlihat sangat sepi. “Selama diberlakukan PPKM Darurat, kegiatan jual beli di KDS ditutup,” terang manajemer KDS Genteng, Edward Leong.
Selama tutup sementara itu, Edward menyebut masih melakukan kegiatan internal karyawan secara terbatas. Kegiatan itu seperti memastikan barang yang ada di gudang dalam kondisi baik. “Masih ada karyawan separo untuk bersih-bersih,” jelasnya.
Karena KDS ditutup dan karyawan tidak bekerja, Edward menyampaikan akan berpengaruh pada gaji karyawan dengan rasionalisasi. “Operasional dilakukan secara terbatas, karyawan yang masuk separo atau sekitar 80 orang,” ungkapnya.
Edward menyebut secara umum tidak keberatan atas penutupan pusat perbelanjaan selama PPKM Darurat ini. Pihaknya mendukung jika itu untuk kebaikan bersama dan Covid-19 segera berlalu. Hanya saja, dia berharap ada semacam ketegasan dari Satgas Penanganan Covid-19 berkaitan protokol kesehatan (prokes) di tempat usaha yang lain. “Selama ini KDS taat menerapkan prokes,” cetusnya.
Jika memungkinkan, Edward berharap supermarket di KDS yang menyediakan kebutuhan sembako, bisa diizinkan untuk beroperasi. “Saya berharap Supermarket di KDS bisa buka, itu kan kebutuhan sembako sehari-hari,” jelasnya.
Owner Sun East Mall (SEM) Genteng, Feryanto mengungkapkan selama PPKM Darurat kegiatan komersil di SEM tutup total. Manajemen hanya menyisakan sedikit karyawan untuk menjaga kebersihan dan keamanan. “Kegiatan tutup total, hanya ada beberapa karyawan saja yang tetap masuk,” ujarnya.
Feryanto mendukung diberlakukan PPKM Darurat untuk mengurangi persebaran Covid-19 di Banyuwangi. Hanya saja, penerapan ini bisa diterapkan secara menyeluruh. Di Genteng saja, hanya beberapa toko besar yang diharuskan tutup total. Sedangkan yang lain, masih beroperasi dengan normal.
Jika mengacu ketentuan jaga jarak, terang dia, luas mall seperti SEM justru lebih longgar ketika ada pengunjung. Sedangkan toko berukuran kecil yang buka, biasanya pengunjungnya malah ramai. “Kami mendukung, tapi kalau Cuma empat toko yang tutup total, terus bagaimana toko yang tetap buka dan ramai?,” cetusnya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin