RadarBanyuwangi.id – Pengajuan Work From Home (WFH) atau kerja di rumah tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, yang diajukan langsung ditanggapi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi.
Dalam tanggapannya, Dinkes Banyuwangi mengabulkan pengajuan kerja di rumah para nakes Puskesmas Kedungwungu itu. “Kita ajukan WFH langsung ditanggapi, tapi hanya empat hari,” terang nakes senior Puskesmas Kedungwungu, Siswanto.
Siswanto mengaku jawaban dari Dinkes Banyuwangi itu secara tertulis belum diterima. Hanya saja, salah satu sumber di dinkes menyebut pengajuannya dikabulkan. “Belum di ACC, tapi kita dikabari WFH sudah bisa dimulai besuk (hari ini),” katanya kepada RadarBanyuwangi.id.
Salah satu sumber di Dinkes Banyuwangi itu menyebut, pengajuan WFH itu dianggap terlambat. Sehingga, waktu WFH yang diberikan tidak bisa lama. “Meski diberi jatah empat hari, tetap akan kita ambil,” ujarnya.
Menurut Siswanto, meski separo nakes di Puskesmas Kedungwungi terpapar Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri, tapi pelayanan tetap berjalan normal. “Selama ini pelayanan tetap berjalan,” cetusnya.
Pada Jawa Pos Radar Genteng, Siswanto menyampaikan pada Rabu (1/7) mengirim tiga sampel warga ke laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) Banyuwangi untuk dilakukan tes PCR, dan hasilnya satu dari tiga warga itu dinyatakan positif. “Yang kita ajukan Rabu (1/7), ini hasilnya sudah keluar, satu pasien positif,” ungkapnya.
Camat Tegaldlimo Sigit Harjanto mengaku belum menerima pemberitahuan terkait WFH bagi nakes di Puskesmas Kedungwungu itu. Pada prinsipnya, semua tatalaksana di Puskesmas itu menjadi kewenangan dinkes dan jajaran di Puskesmas terkait. “Saya berharap pelayanan tetap ada, meski sejumlah nakes isolasi mandiri,” pintanya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin