RadarBanyuwangi.id – Demam memancing tidak hanya di laut atau sungai. Saat musim tanam padi, banyak warga yang menyalurkan hobinya memancing dengan mencari belut di persawahan. Itu mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Memancing belut di persawahan itu, penuh sensasi. Apalagi, bila umpannya ditangkap oleh belut yang ada di lubang-lubang pinggir sawah. “Mancing belut itu yang ramai pada siang hingga sore,” terang Yanto, 31, asal Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.
Yanto mengaku hasil pancingannya kali ini cukup lumayan. Ia dapat beberapa ekor belut dengan ukuran jari tangan orang dewasa. “Ini dapatnya, cukup lumayanlah,” katanya kepada RadarBanyuwangi.id kemarin (20/6).
Memancing belut di persawahan ini tidak setiap hari dilakukan. Ia memancing karena pekerjaannya sedang libur. Makanya, kesempatan itu digunakan dengan mencari belut di sawah. “Teman-teman hamper setiap hari mincing belut,” jelasnya.
Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak yang berburu belut juga mendapatkan tangkapan. Revano, 9, salah satu anak yang ikut dalam perburuan itu mendapat seekor belut ukuran sedang. Menrutnya, cara memancing belut cukup mudah. Umpan yang sudah dipasang di mata kail, tinggal dimasukkan ke lubang belut sambil diputar-putar. Jika beruntung, belut akan langsung memakan umpan tersebut. “Ini pakannya cacing atau kodok kecil,” ungkapnya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin