RadarBanyuwangi.id – Meski kotoran dan lumpur yang banyak berserakan di Pasar Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar sudah dibersihkan akibat banjir pada Kamis (17/6), tapi lapak pedagang di pasar itu masih banyak yang kosong, kemarin (18/6).
Para pedagang masih banyak yang tidak jualan karena barang-barang dagangnnya rusak dan tidak bisa dijual lagi akibat terkenan banjir. “Istirahat dulu setelah seharian bekerja bersih-bersih pasar. Selain itu barang dagangannnya juga rusak dan tidak bisa dijual lagi,” terang Hartini, 60, salah satu pedagang pasar asal Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas.
Selama ini, terang dia, para pedagang itu akan menyimpan barang dagangannya di bawah meja lapak bila pulang. Saat banjir terjadi pada Kamis (17/6) dini hari, pedagang masih ada di rumah. “Air banjir yang masuk ke pasar hamper satu meter tingginya, jadi barang-barang ya habis terendam,” ujar Hartini kepada RadarBanyuwangi.id.
Menurut Hartini, ada sekitar 40 pedagang yang saat ini tidak jualan lantaran belum memiliki barang dagangan lagi untuk dijual. Tapi, masih ada beberapa pedagang yang menjajakan dagangannya. “Hanya sebagian pedagang saja yang jualan, seperti penjual jajanan pasar, sayuran, daging ayam, dan jamu,” terangnya.
Pedagang pasar lainnya, Agung Bahtiar, 43, menyampaikan pasca banjir jumlah pengujung pasar menurun. Tak hanya toko pakaian yang sepi, pedagang makanan, sayuran, lauk pauk, dan barang kebutuhan rumah tangga juga sepi pembeli. “Sangat terasa, pembeli sepi,” ungkapnya.
Para pedagang berharap, kondisi ekonomi masyarakat pasca banjir yang menimbulkan kerugian cukup besar tersebut segera pulih. Mereka juga berharap pemerintah turun untuk melihat kondisi para pedagang di Pasar Sumberayu yang terdampak banjir.
“Kami berharap ada program pemerintah yang membangkitkan ekonomi masyarakat di tengah kondisi sekarang. Banjir itu menimbulkan dampak yang cukup besar, tak hanya kepada masyarakat tak mampu. Warga yang mampu t daya belinya melemah,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin