RadarBanyuwangi.id – Hujan deras yang mulai turun sekitar pukul 20.00 pada Rabu (16/6) hingga pukul 03.00 pada Kamis (17/6), membuat rumah milik Karmini, 67, di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar ambruk hingga rata dengan tanah, kemarin (17/6). Rumah dengan ukuran delapan meter kali lima meter milik warga kurang mampu itu, diduga ambruk karena kayu penyangga genting sudah lapuk.
Tidak ada korban dalam kejadian itu. Saat rumahnya ambruk, Karmini yang biasanya tidur di rumah sendirian, diajak oleh salah satu anaknya untuk tidur di rumahnya. “Malam saya ajak ke rumah,” terang Muhammad Seger Santoso, 44, salah satu anak Karmini yang rumahnya berdekatan dengan rumah korban.
Menurut Seger, rumah milik ibunya itu sebelumnya dibangun melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hasil kerjasama Pemprov Jatim dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V. “Rumah dibedah tahun 2017, jadi baru empat tahun ambruk diterjang angina dan hujan,” terangnya.
Rumah milik ibunya itu, jelas dia, ambruk sekitar pukul 03.00 kemarin (17/6) setelah sebelumnya turun hujan deras disertai angina kencang. Hujan di daerahnya mulai turun sejak pukul 20.00 pada Rabu (16/6). Saat hujan sangat deras, ia menjemput ibunya untuk tidur di rumahnya. “Hujannya deras sekali, saya merasa tidak enak, saya jemput ibu dan mengajak tidur ke rumah,” terangnya kepada RadarBanyuwangi.id.
Saat rumah ibunya itu kosong, bencana itu datang. Sekitar pukul 03.00, terdengar suara mirip sambaran petir yang sangat keras dari rumah ibunya yang berjarak satu meter dari rumahnya. “Rumah roboh suaranya sangat keras sekali, seperti suara sambaran petir,” ungkapnya.
Saat dilihat, rumah milik ibunya sudah ambruk dan rata dengan tanah. Hanya beberapa barang yang ada di dalam rumah yang dapat diselamatkan. “Sepeda motor dan sepeda gayung milik saya masih dapat diselamatkan, hanya mengalami kerusakan ringan. Sedangkan perabotan rumah hancur,” terangnya.
Kepala Desa Tembokrejo, Alven Efendi mengatakan sudah mengecek rumah milik warga yang ambruk akibat diterjang hujan dan angin itu. Saat ini, pemilik rumah mengungsi di rumah anaknya yang lokasinya bersebelahan dengan rumah korban. “Rumah dengan ukuran delapan meter kali lima meter itu ambruk akibat kayu penyanga atap genting lapuk. Untuk kerugian material sekitar Rp 25 juta,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin