Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolam Renang Gunung Srawet Mangkrak

Ali Sodiqin • Minggu, 6 Juni 2021 | 15:00 WIB
kolam-renang-gunung-srawet-mangkrak
kolam-renang-gunung-srawet-mangkrak

RadarBanyuwangi.id - Wisata kolam renang yang ada di lereng Gunung Srawet, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, mangkrak dan tak terurus, kemarin (3/6). Padahal saat dibuka pada akhir 2018 lalu, kolam renang itu sempat ramai dikunjungi wisatawan.

Lantaran airnya yang keruh dan berlumut, wisata kolam renang di bawah pepohonan yang sangat rindang itu akhirnya ditutup hingga sekarang. “Kolam renang itu milik perorangan,” terang Kepala Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Ihksan.

Menurut Ikhsan, pemilik wisata kolam renang di lereng Gunung Srawet itu H Mujiarto asal Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Lahan yang dibuat kolam itu, dduga masih bermasalah dan akhirnya ditutup. “Lahan yang dibuat wisata itu masih belum ada kejelasan,” ujarnya.

Ikhsan mengaku sudah berkali-kali memfasilitasi masalah sengketa lahan yang kini dibuat tempat wisata kolam renang itu. Tapi hingga saat ini, masih belum menemukan titik temu. Informasi terakhir yang didapat, kasus sengketa lahan itu masuk ke ranah hukum dan sudah naik ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi. “Pemilik maupun pengelola wisata juga tidak pernah nyambangi kolam renang itu,” terangnya.

Dari pantauan RadarBanyuwangi.id, di kolam renang Gunung Srawet itu disedikan kolam untuk anak-anak dan dewasa. Selain itu, juga ada fasilitas outbond dan lapangan untuk perkemahan. Di lokasi kolam renang itu, tidak cocok digunakan untuk kolam renang lantaran tidak ada mata air. Dan itu, sebenarnya juga sudah disadari oleh pengelola tempat wisata. Upaya pengeboran yang sudah dilakukan hingga berkali-kali sampai kedalaman tembus 200 meter, tidak berhasil menemukan sumber air.

Pengelola memaksakan diri dan menyiasati dengan mengambil air dari tempat lain untuk mengisi air di kolam itu. Karena sirkulasi air bersih tidak teratur, maka air di kolam itu menjadi keruh dan berlumut. Wisatawan yang datang dan berenang di kolam renang itu menjadi korban, banyak pengunjung yang merasakan gatal-gatal usai mandi di kolam renang tersebut. Dan itu sempat menjadi sorotan media dan viral di media sosial. Dan akhirnya, pada awal 2019 pengelola menutup hingga sekarang.(kri/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#kolam renang