RadarBanyuwangi.id – Warga Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, sempat dibuat geger dengan ulah Suroso, 57, kemarin (18/5). Warga Dusun Seneposari, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, itu ditemukan tertidur di atas pohon kelapa setinggi lima belas meter.
Tindakan nyeleneh Suroso itu, kali pertama diketahi warga yang akan membersihkan kandang. Saat itu, Suroso yang ada di antara buah kelapa dan dahan itu ngorok dengan keras. “Warga kaget kok ada suara orang ngorok di atas pohon kelapa,” terang Kepala Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Heru Kuswanto.
Saat diamati, terang dia, orang yang ada di atas pohon kelapa itu ternyata tidur pulas. Dan ini, akhirnya menjadi perhatian warga sekampung. “Awalnya dikira suara burung, setelah diamati kok suara orang yang sedang tidur,” ujarnya.
Warga berdatangan untuk melihat pria yang tertidur pulas di atas dahan kelapa itu. Dan ini, selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pesanggaran. “Kami laporkan ke polsek untuk dilakukan evakuasi,” ungkapnya.
Kapolsek Pesanggaran AKP Subandi menyampaikan, proses evakuasi Suroso sempat mengalami kendala lantaran di sekitar pohon kelapa itu ada sarang tawon. Meski sudah menjadi tontonan warga, pria itu masih terlelap tidur. “Kita bangunkan melalui pengeras suara,” terangnya.
Suroso yang terbangun, jelas dia, mulanya maish belum masu turun. Setelah dirayu melalui pengeras suara, pria paro baya itu akhirnya mau turun sendiri. “Turun sendiri dengan pelan-pelan, lalu kita antar pulang,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Dari keterangannya, terang dia, Suroso itu mengaku dari Kabupaten Kediri dan menikah dengan warga Dusun Seneposari, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. “Selama ini menetap di Dusun Seneposari, Desa Barurejo,” ujarnya.
Sebulan lalu, masih kata dia, Suroso berselisih dengan isterinya karena soal perselingkuhan. Akhirnya, Suroso oleh istrinya diusir dari rumahnya. “Sempat pulang ke Kediri, tapi oleh keluarganya ditolak dan kembali ke Banyuwangi,” jelasnya.
Saat pulang ini, Suroso tidak berani pulang ke rumahnya di Dusun Seneposari, Desa Barurejo karena takut akan diusir lagi oleh istrinya. “Selama ini Suroso tidur di emperan toko dan gubuk persawahan,” cetusnya.
Yang membuatnya heran, imbuh kapolsek, dari keterangannya Suroso mengaku tidak bisa memanjat pohon kelapa. Lelaki itu meyampaikan seperti tidak sadar saat naik hingga ke puncak pohon kelapa. “Manjat dan tidur di atas pohon kelapa, katanya tidak sadar,” ungkapnya.
Kapolsek menyampaikan saat mengantar pulang Suroso ke rumahnya, istrinya sempat kaget. Sebab, suaminya itu sudah cukup lama menghilang. “Istrinya sempat mendorong untuk pergi dan tidak mau menerimanya,” terangnya.
Tapi, jelas dia, masalah ini akhirnya berhasil diselesaikan setelah keduanya didudukkan bersama. Suroso bisa diterima oleh keluarganya lagi. “Suroso sudah kembali pulang, dan masalah sudah diselesaikan secara internal,” katanya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin