Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Galeri Virdes Batik Collection Ludes Terbakar

Ali Sodiqin • Minggu, 16 Mei 2021 | 18:00 WIB
galeri-virdes-batik-collection-ludes-terbakar
galeri-virdes-batik-collection-ludes-terbakar


RadarBanyuwangi.id - Galeri Virdes Batik Collection di Dusun Simbar I, RT 1, RW 2, Desa Tampo, Kecamatan Cluring milik H. Suyadi, 56, habis terbakar pada Jumat dini hari (14/5). Api yang menghanguskan bangunan dua lantai beserta seluruh isinya itu, diduga akibat korsleting listrik.



Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Owner Virdes Batik Collection H. Suyadi bersama keluarganya tinggal di rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari galeri. Suyadi yang dikenal perintis batik Gajah Oling di Kota Gandrung itu, sejak dua tahun lalu terbaring sakit. “Bangunannya banyak dari kayu, jadi mudah terbakar,” terang Ny. Dewi Suyadi, istri H. Suyadi pada Jawa Pos Radar Genteng dengan mata berkaca-kaca.       



Kebakaran yang mulai terjadi sekitar pukul 00.15 itu, kali pertama diketahui oleh Suhemi, 52, warga Dusun Simbar I, Desa Tampo. Saat pulang dari silaturahmi ke rumah saudara, melihat kobaran api dari dalam galeri batik tersebut. “Saya kaget, api sudah mulai membumbung tinggi dari galeri batik,” katanya.



Suhemi langsung menghentikan motornya dan berteriak minta tolong. Teriakan itu, membuat geger dan warga banyak yang berdatangan. Mereka berusaha memadamkan api dengan alat apa adanya. Karena api terlalu besar, upaya warga itu tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.00, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kecamatan Gambiran datang. “Petugas damkar dan warga memadamkan api,” terangnya.



Bangunan yang cukup besar dan api yang semakin membesar, membuat petugas damkar dan warga sempat kerepotan. Mereka terus berjibaku untuk menjinakkan api yang cukup ganas itu. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00,” kata Budi Harianto, 46, adik kandung Owner Virdes Batik Collection H. Suyadi.



Budi mengaku saat kebakaran itu sedang tidur di rumah yang ada di samping galeri tersebut. Ia terbangun saat mendengar teriakan warga yang menyebut ada kebakaran. “Saya kaget galeri batik terbakar, saya bangun apinya sudah membesar,” cetusnya.



Menurut Budi, tidak ada barang dan koleksi batik yang dapat diselamatkan. Seluruh batik siap jual dengan bahan kain katun, sutra, koleksi baju batik, seragam sekolah, motor Honda Vario warna merah hitam, mesin cuci, televisi, rak pakaian batik, almari batik, kasur, dan berbagai aksesori galeri hangus dilahap api. “Semuanya habis terbakar, termasuk ratusan kain batik berbahan sutra dengan harga Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per potong,” ungkapnya.



Budi mengaku tidak tahu pasti penyebab kebakaran itu. Hingga kemarin (14/5), warga masih gotong royong membersihkan puing-puing sisa bangunan galeri yang hangus terbakar. “Hanya bangunan galeri yang terbakar, tidak sampai merembet ke rumah tetangga,” terangnya.



Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias Diantoro menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Api yang membakar galeri batik itu diduga korsleting listrik. Di dalam galeri itu, banyak bahan yang mudah terbakar seperti kain dan kayu, dan itu membuat api mudah membesar. “Kami masih melakukan penyelidikan, dari keterangan korban kerugian diperkirakan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar,” sebutnya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin