RadarBanyuwangi.id – Demam musik angklung jalanan di Kota Genteng bertambah. Jika sebelumnya atraksi music ini bisa dilihat di jalan simpang tiga traffic light Desa Genteng Kulon, kecamatan Genteng, sejak seminggu lalu pemadangan serupa terlihat di jalan simpang tiga traffiuc light Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng.
Salah satu kru musik, Kabul Riyadi, 41, mengungkapkan kegiatan music dengan angora kalangan pemuda ini dibentuk untuk mengisi waktu senggang secara produktif. Kelompok yang diberi nama senja music ini, beranggota sembilan orang yang sebagian besar warga Gedangan, Desa Genteng Wetan. “Ini pemuda-pemuda Gedangan, biar tidak menganggur,” dalihnya.
Kabul tidak memungkiri jika salah satu inspirasi ini dari kegiatan teman-temannya di Desa Genteng Kulon. Hanya saja, kedua kelompok ini berbeda. “Beda dengan yang di barat, semakin banyak semakin bagus,” ungkapnya.
Sebelum memutuskan untuk turun aksi, mereka menggelar latihan. Ini untuk menyelaraskan alat music yang baru mereka pegang dengan lagu-lagu Banyuwangi yang akan ditampilkan. “Kita juga ada latihannya, ini yang wajib lagu Banyuwangi,” terangnya.
Untuk penghasilan saweran yang didapat, Kabul mengaku jika sedang ramai dalam sehari bisa mengantongi Rp. 1 juta. Tapi kalau sedang sepi, hanya mendapat ratusan ribu saja. “Namanya rizeki,” ungkapnya.
Salah satu pengguna jalan, Yusuf, 31, asal Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari mengaku terhibur dengan atraksi ini. Menurutnya, cara mengamen dengan berkelompok di pinggir jalan seperti kesenian angklung itu lebih menghibur dan tidak mengganggu pengguna jalan. “Ini kreatif, kalau di tempat lain ikut-ikutan malah lebih bagus,” katanya.(sli/abi)
Editor : Ali Sodiqin