RadarBanyuwangi.id - Sejumlah penjual bunga dadakan t menjamur di sejumlah pemakaman umum yang ada di Banyuwangi selatan, kemarin (12/4). Mereka sengaja berjualan menjelang Ramadan untuk kebutuhan masyarakat yang melakukan tradisi nyekar ke makam leluhur.
Salah seorang penjual bunga, Rita, 50, warga Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, mengaku menjual bunga seperti mawar, kanti,l dan lainnya ini kegiatan tahunan. “Hampir setiap tahun menjelang puasa dan lebaran, saya jualan bunga untuk nyekar,” katanya.
Menjelang puasa dan Lebaran, menjadi berkah bagi penjual bunga karena omzetnya bisa meningkat dibanding hari-hari biasa. Untuk satu bungkus bunga nyekar, dijual Rp 2.500. “Lumayanlah untuk baju Lebaran, momen seperti ini sudah pasti laris,” terangnya.
Penjual bunga asal Desa/Kecamatan Purwoharjo, Indriani, 43, mengaku mendapatkan pasokan bunga dari wilayah Kecamatan Genteng dan Gambiran. Meski dikatakan penjual dadakan, tetapi keuntungan yang didapat lumayan banyak, dan dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Biasnya berjualan selama seminggu menjelang puasa dan Lebaran. Keuntungannya lumayan, dapat dipakai untuk persiapan Lebaran,” cetusnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin