Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lumbung Padi Masih Lestari

Ali Sodiqin • Sabtu, 27 Maret 2021 | 02:00 WIB
lumbung-padi-masih-lestari
lumbung-padi-masih-lestari


RadarBanyuwangi.id – Di tengah ancaman harga gabah yang merosot gara-gara pemerintah akan impor beras, warga di Dusun Sidorejo Kulon, RT 4, RW 2, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran sepertinya tidak berpengaruh.



Mereka selama ini memiliki tradisi menyimpan gabah di lumbung dengan bentuk tradisional. Sejumlah warga, menyimpan gabah saat panen. Selanjutnya, saat paceklik gabah itu kembali dibagi. “Ini sudah menjadi tradisi turun temurun,” terang Hadi Wiyono, 45, salah satu warga Dusun Sidorejo Kulon, RT 4, RW 2, Desa Yosomulyo.



Lumbung padi yang dibuat untuk menyimpan gabah itu, terang dia, ukurannya empat meter kali tiga meter dengan tinggi sekitar empat meter. Bangunannya dari anyaman bambu alias gedek. “Kapasitas lumbung padi ini bisa menampung satu ton gabah,” katanya.  



Menurut Hadi, saat panen puluhan warga mengumpulkan gabah dan disimpan di lumbung. Jumlah warga yang menyimpan gabah tidak pasti, dan jumlah gabahnya juga tergantung. “Ada yang kiloan hingga kintalan, juga ada yang menyerahkan uang sebagai pengganti gabah,” terangnya.



Gabah yang disimpan di lumbung padi atau uang yang disetor oleh warga itu, oleh pengurus ada yang dipinjamkan pada warga yang membutuhkan. Bila nanti panen, maka yang pinjam itu harus mengembalikan. “Orang yang menyimpan gabah itu bila sangat perlu atau paceklik, maka bisa mengambil atau dibagikan. Intinya, ini gotong royong, saling membantu,” ungkapnya.



Kepala Desa Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan mengungkapkan keberadaan lumbung padi saat ini sudah sangat jarang. Padahal, manfaatnya bisa dirasakan oleh warga. Ia berniat mengembangkan lumbung padi di setiap lingkungan. “Kami ingin mengembangkanu,” katanya.



Joko berniat menghidupkan lumbung padi dengan format baru yang lebih baik. Untuk pengambangan ini, akan melibatkan stakeholder lain. “Dulu saat saya menjabat kepala desa yang pertama, ada dukungan dari ketahanan pangan,” jelasnya.(sli/abi)


Editor : Ali Sodiqin