RadarBanyuwangi.id – Dampak harga cabai yang meroket, membuat petani beralih menanam cabai rawit. Sebelumnya, mereka menanami lahannya dengan jagung dan padi.
Ahmadi, 47, salah satu petani cabai asal Dusun Gayam Lor, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh mengatakan sengaja tidak menanam padi atau jagung dan menanam cabai rawit karena harganya bagus. “Lebih baik menanam cabai untungnya lebih besar, saya menanam di lahan satu hektare,” ujarnya.
Meski saat ini cabai rawit sedang mahal dengan harga di pasaran Rp 110 ribu per kilogram, tapi harga bibit masih normal. Apalagim saat ini sedang cocok menanam cabai karena cuaca yang mendukung. Diprediksi, beberapa bulan lagi akan mengalami pergantian musim dan hasil penan cabai saat musim panas dipastkan berkualitas bagus. “Meski saat panen nanti harga cabai tidak semahal sekarang, tapi saya tetap optimistis menanam cabai masih bagus dan harganya tidak akan anjlok drastis,” ungkapnya.
Petani cabai lainnya, Riyanto, 42, asal Dusun Gayam Lor, Desa Gumirih, menuturkan lebih memilih menanam cabai ketimbang padi di musim ini, karena pada musim sebelumnya menamam padi hasil panennya sangat mengecewakan. Selain harga gabah murah, hasil penen saat musim hujan juga kurang bagus. “Saya berharap dengan menanam cabai dapat menghasilkan keuntungan lebih banyak dibanding menanam padi,” katanya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin