Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tamanan Padi Ambruk Diterjang Angin

Ali Sodiqin • Rabu, 17 Maret 2021 | 23:35 WIB
tamanan-padi-ambruk-diterjang-angin
tamanan-padi-ambruk-diterjang-angin


SRONO - Tanaman padi siap panen di Dusun Melik, Desa parijatah Kulon, Kecamatan Srono, ambruk diterjang angin yang disertai hujan, kemarin (16/3). Akibatnya, para petani merugi karena hasil panen dipastikan mengalami kerusakan. Selain itu, harga gabah juga akan rendah karena kualitasnya kurang baik. 



Salah satu petani, Wagiyo, 65, warga Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon, mengatakan gara-gara mesin panen padi telat datang, tanaman padi yang seharusnya panen pada pekan lalu sekarang malah ambruk diterjang angina dan hujan pada Senin malam (15/3)  “Tanaman padi ambruk membutuhkan waktu lebih lama dan ribet untuk memanen,” ujarnya.



Kalau dibiarkan ambruk, terang dia, ini akan terendam air dan menyebabkan kerugian semakin besar. Saat ini, harga gabah Rp 3.400 per kilo gram. Harga tersebut sangat murah dan semakin membuat petani terpuruk. “Kalau padinya ambruk, harganya jauh lebih murah lagi,” ungkapnya.



Petani Dusun Melik, Desa Parijatah Kulon lainnya, Mujiono, 47, menuturkan hujan disertai angin kencang yang terjadi beberapa minggu terakhir, membuat tanaman padi miliknya seluas 1,5 hektare banyak yang ambruk. “Tanaman padi itu sudah memasuki siap panen,” terangnya.



Karena ambruk tersapu angin, Mujiono mengaku terpaksa memanen dini. Sebab, jika ambruk lebih lama kualitas padi akan semakin jelek. Usia padi yang siap panen sekitar 90 hari. Dengan usia itu, kualitas padi akan lebih baik dan lebih enak dikonsumsi. “Panen saat musim hujan, harga gabah anjlok dan banyak yang gagal panen akibat cuaca buruk,” pungkasnya.(kri/abi)


Editor : Ali Sodiqin
#pertanian #angin kencang