TEGALDLIMO – Meski pemerintah sudah menetapkan tidak ada perayaan Ogoh-ogoh, namun umat Hindu di Pura Tirta Arum, Desa Kedungsari, Kecamatan Tegaldlimo, tetap mempersiapkan ogoh-ogoh yang akan digunakan untuk perayaan malam Nyepi, kemarin (12/3).
Seperti setahun lalu, perayaan ogoh-ogoh tahun ini tidak digelar lantaran masih terkendala pandemi Covid-19. Ogoh-ogoh yang disiapkan ini, ogoh-ogoh tahun lalu yang sengaja disimpan. “Tahun lalu tidak ada perayan ogoh-ogoh, jadi disimpan. Itu ogoh-ogoh tahun lalu,” terang Sucipto, 65, warga Dusun Dambuntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo.
Meski harus kecewa karena tahun ini perayaan ogoh-ogoh juga batal digelar, tapi warga tetap optimistis dan sengaja mempersiapan ogoh-ogoh untuk diarak saat malam menjelang Nyepi. “Kami berharap ada kelonggaran, dan dapat menggelar peyaraan ogoh-ogoh,” katanya.
Jika memang tidak diberi izin mengarak ogoh-ogoh keliling kampung, jelas dia, warga akan tetap merayakan malam Nyepi secera sederhana. Semua itu untuk menghargai keputusan pemerintah. Rentetan ritual perayaan Nyepi, akan digelar secara sederhana dan melibatkan sedikit umat karena Covid-19. “Perayaan Nyepi tetap digelar dengan mematuhi protokol kesehatan dan tidak mengumpulkan massa,” cetusnya.
Jika tidak diizinkan mengarak ogoh-ogoh keliling kampung, terang dia, maka ogoh-ogoh itu akan dipajang di halaman Pura Tirta Arum. “Ogoh-ogoh kami pajang di pura dan tidak ada pembakaran,” pungkasnya.(kri/abi)
Editor : Ali Sodiqin